Advertorial Kegiatan

SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan Gunakan 2 Sistem KBM Daring

MAGELANG – Seperti sekolah lainnya saat ini, SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah juga melaksanakan pembelajaran daring. Kegiatan ini dalam rangka ikhtiar serta mendukung program pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19, yang dicanangkan pemerintah.

Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring, sekolah yang sering disebut dengan SD Inova ini memberlakukan 2 (dua) sistem dalam KBM daring. Yaitu berupa Kegiatan Pembiasaan Anak dan Kegiatan KBM Mata Pelajaran.

Pembiasaan dan KBM

Kepala SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, Samsul Hudha, S.Pd.I, megatakan sistem Kegiatan Pembiasaan Anak dilakukan menggunakan media Google Form. Di mana setiap siswa diwajibkan mengisi media tersebut setiap harinya. Dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan anak dan sekaligus tetap melaksanakan pendidikan karakter anak, meskipun anak melaksanakan belajar di rumah.

“Isi dari Kegiatan Pembiasaan Anak antara lain shalat fardhu, shalat sunnah, mengaji, dan kegiatan ibadah lainnya,” katanya.

Sedangkan KBM Mata Pelajaran, lanjut Samsul, dilakukan menggunakan beberapa media antara lain You Tube Live, PPT, Video, dan lainnya yang diformat dalam tugas berbentuk proyek dan portofolio.

“Setiap tugas yang dilakukan oleh siswa dilaksanakan secara online tanpa datang langsung kesekolah melalui Grup WhatsApp, atau media sosial yang sudah disepakati oleh wali kelas dengan wali murid,” lanjut Samsul.

Libatkan Orang Tua

Untuk mendukung pelaksanaan KBM daring, pihak sekolah mengaktifkan keterlibatan orang tua dalam membantu pelaksanaan anak belajar di rumah. Demikian pula sebaliknya, wali kelas setiap pekannya mengeluarkan laporan hasil tugas yang dikerjakan oleh siswa, dan disampaikan kepada wali murid.

“Sehingga hal ini akan memudahkan bagi sekolah dan wali murid memantau perkembangan anak dalam kegiatan belajar di rumah,” kata Samsul.

Dari hasil laporan dan pemantauan dua sistem kegiatan daring yang dilaksanakan SD Inova mendapat respon positif dari orang tua. Orang tua menjadi lebih paham akan tugas-tugas siswa dari guru, serta memahami apa yang dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak melaksanakan pembelajaran daring.

Sementara itu, Waka Kurikulum SD Inova, Rizki Pramudianti, M.Pd mengatakan ada hikmah di balik bencana Covid-19 ini. Yaitu perubahan paradigma KBM secara konvensional menuju KBM berbasis IT.

“Karena semua dituntut untuk mengikuti perubahan baik guru, siswa, maupun wali murid,” ujarnya.

Samsul Hudha menambahkan, walaupun di tengah badai musibah Covid-19, pihak sekolah harus tetap memberikan pelayanan optimal kepada semua pihak, serta tetap  melaksanakan KBM daring secara terstruktur. Dengan harapan agar Visi Sekolah, yaitu mewujudkan sekolah yang Inovatif, Islami, dan Berkemajuan, dapat tercapai.

“Mudah-mudahan musibah yang menimpa bangsa Indonesia ini segera selesai, dan tatanan kehidupan segera kembali normal,” harap Samsul dengan doa. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?