Advertorial Daerah

Siswa Dibekali Ilmu Kewirausahaan, Bukan Sekadar Teori

MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammaadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah mengasah keterampilan siswa melalui kelas Kewirausahaan. Hal tersebut merupakan suatu materi pelajaran yang dinilai penting, karena mengasah keterampilan anak yang bermanfaat di masa mendatang.

“Itu kan ada teori dan produktif, untuk yang teori kan materi – materi yang disampaikan. Sedangkan yang produktif, kita ada berbagai macam kegiatan kewirausahaan di kelas maupun di luar kelas,” kata Guru Kewirausahaan kelas XI dan XII SMK Muhammadiyah, Marliana Dyah Cahyani, S.Pd.

Terdapat kegiatan proses pembuatan makanan, siswa belajar membuat makanan. Kemudian dijual dan siswa menghitung laporan keuangannya.

“Kegiatannya berganti – ganti setiap pertemuan nanti ada pergantian produk yang akan dibuat. Ada produk membuat minuman ringan, siswa membuatnya sendiri, dipasarkan sendiri dan dihitung laporan keuangannya,” ujarnya.

Selain makanan, siswa juga membuat kerajinan tangan seperti berupa bros yang dijual di luar lingkungan sekolah. Satu siswa membuat satu produk kemudian dijual, karena orientasi berwirausaha adalah mendapatkan laba.

“Kita ada pengolahan makanan khas daerah, tidak diperjualkan dan hanya untuk presentasi. Jadi, setiap kelompok berbeda daerahnya, ada dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan. Siswa mempresentasikan dalam sebuah makalah itu ada beberapa jenis, untuk dalam praktiknya siswa memilih salah satu jenis makanan khas daerah tersebut untuk dimasak di sini,” tuturnya.

Dijelaskannya, guru memberi konsep tersebut agar siswa mengetahui makanan khas di berbagai daerah dan menambah wawasan kuliner nusantara.

Siswa difasilitasi pihak sekolah berupa alat- alat dapur seperti kompor, blender dan alat pengemasan. Hal tersebut untuk menunjang kegiatan kewirausahaan siswa.

“Kita juga bekerja sama dengan jurusan Multimedia, kita pesankan label kemasan. Jadi semuanya saling bekerja sama,” imbuhnya.

Pihaknya berusaha mengarahkan siswa didiknya untuk terampil ketika lulus yang tidak hanya menjadi pegawai karyawan, tapi siswa juga diberi keterampilan berwirausaha setelah lulus dan bisa membuka lapangan usaha sendiri.

Guru Kewirausahaan kelas XI, Devita Dwi Prasiwi, S.Pd mengatakan, setiap jurusan mempunyai produk unggulan. Jurusan OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) mempunyai produk unggulan makanan dari olahan pisang.

“Kalau produk unggulan dari jurusan Akuntansi itu es krim ubi ungu. Kalau TBSM (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor) karena mereka dari anak teknik, mereka membuat pot besi. Anak Multimedia tentu perkembangannya mengikuti teknologi, seperti video shooting dan  desain grafis, ” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?