Opini

Ke Depan Seleksi Guru dengan Tes Panggilan Jiwa

Siedoo, Pemerintah mengembangkan beberapa perangkat yang nantinya akan digunakan dalam seleksi penerimaan guru. Dalam seleksi guru ke depan harus melewati tes bakat, minat, dan tes panggilan jiwa.

Beberapa tes tersebut merupakan bagian dari konsep dalam pengembangan profesi guru dan konsep pengembangan karakter. Konsep tersebut dirumuskan oleh Forum Rektor Indonesia (FRI) yang selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah.

Instrumen Baru

Diberlakukannya tes minat, tes bakat, dan tes panggilan jiwa merupakan instrumen baru dalam seleksi profesi guru. Tes serupa belum dilaksanakan dalam penerimaan guru sebelumnya.

Instrumen baru tersebut dinilai penting mengingat profesi guru terkait dengan pendidikan yang meliputi keilmuan dan karakter generasi muda. Hasil pendidikan tidak bisa dilihat dalam waktu sekejap, namun 10-15 tahun mendatang.

Profesi guru memang unik dan tak tergantikan oleh teknologi. Di mana penanaman karakter akan menjadi lebih tepat dilakukan guru yang profesional serta memiliki bakat, minat, dan panggilan jiwa sebagai seorang pendidik. Bukan guru yang asal bekerja.

Pengembangan Diri

Guru yang memiliki bakat, minat, dan panggilan jiwa sebagai seorang pendidik tentu akan memiliki motivasi tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga akan memiliki jiwa kompetitif terhadap teman seprofesinya.

Dengan jiwa kompetitif yang dimiliki, guru tersebut akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dengan berinovasi dan berkreasi dalam pengembangan metode pengajaran. Para guru tersebut juga akan mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan diri.

Profesional dan Up to Date

Guru yang memiliki panggilan jiwa sebagai seorang pendidik tentu tidak suka mengeluh. Terlebih ketika menghadapi siswa yang beraneka karakter. Juga tak akan menyerah dengan diberlakukannya regulasi baru dalam pendidikan. Misalnya perubahan kurikulum dan sebagainya.

Sehingga guru yang memiliki panggilan jiwa akan mudah mengembangkan diri sebagai guru yang profesional, kreatif, inovatif, dan berkarakter pendidik.

Selain itu, guru dengan panggilan jiwa tentu akan mengikuti perkembangan zaman (up to date). Memiliki filter dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang sangat pesat. Sehingga bisa memilah dan memilih hal-hal yang bermanfaat bagi profesinya sebagai guru.

Apakah para calon guru sudah siap menjadi guru profesional? Apakah para guru sekarang siap bersaing dengan calon guru ke depan? Semoga keduanya senantiasa memiliki jiwa kompetitif yang sehat demi majunya pendidikan Indonesia. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?