Siswa SMK Putra Bangsa mengikuti proses pembaretan. Mereka rela merangkak dan berjalan sekitar 10 km demi pembaretan.

Daerah

Siswa di Lereng Menoreh Berjalan 10 Km Demi Pembaretan


MAGELANG – Sebanyak 144 taruna-taruni SMK Putra Bangsa Salaman melaksanakan tradisi pembaretan. Kegiatan ini merupakan program tahunan bagi taruna-taruni kelas X. Sekolah menggelar kegiatan itu bertujuan membentuk jiwa korsa positif dan menuju Taruna SMK Putra Bangsa yang berkarakter.

Tradisi pembaretan diawali dengan upacara pemberangkatan ketahanan mars (Hanmars) sejauh 10 km menyusuri jalan kampung. Mereka berjalan hingga Perbukitan Menoreh. Selama perjalanan, para peserta menerima berbagai persoalan dan rintangan di setiap pos.

Terdapat empat pos yang dilalui siswa. Materi Pos 1 yaitu Peraturan Baris Berbaris (PBB), Pos 2 Kejuangan, Pos 3 Ketangkasan dan pos 4 gerakan perorangan pengambilan baret. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan upacara pembaretan. Pemasangan baret secara simbolis dilakulan Danramil 20 Salaman Kapten Inf Adi Sanyoto.

Plt Kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang Drs Eko Triyono menyambut baik seluruh kegiatan yang dilaksanakan SMK Putra Bangsa yang sudah melaksanakan pendidikan karakter dengan tertata dan berkelanjutan. Sehingga, SMK Putra Bangsa menjadi salah satu sekolah unggul dalam bidang karakter. Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang sepenuhnya mendukung program yang dilaksanakan sekolah.

Ia mengatakan, kegiatan ini untuk menyiapkan para pemuda dan pemudinya dalam kancah era global. Termasuk siap dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA). Dalam sambutannya saat pembukaan tradisi pembaretan, Eko juga berharap taruna-taruni mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ikhlas, tulus dan serius. Sehingga apa yang dilaksanakan akan memberikan manfaat positif bagi para siswa.

Kepala SMK Putra Bangsa Kuntoro SPd mengatakan, pembaretan merupakan kegiatan rutin tahunan. Hal ini ditujukan untuk membentuk jiwa korsa positif dan menuju pembentukan Taruna SMK Putra Bangsa yang berkarakter.

Sementara salah satu taruna kelas X yang ikut dalam pembaretan yaitu Adi Pratama. Dengan berat badan 95 kg, Adi harus mengikuti hanmars dengan rute yang cukup berat.

“Walau dengan terseok-seok, akhirnya bisa sampai finish,” kata Adi.

Apa Tanggapan Anda ?