Ilustrasi, aneka jajanan dijual di berbagai tempat termasuk lingkungan sekolah. Guru seyogyanya menanamkan pengertian jajan sehat dan memilih pangan sehat kepada anak didik.

Opini

Makanan Sehat menuju Generasi Cerdas


Siedoo, KESEHATAN tetap menduduki peringkat utama bagi manusia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Termasuk, bagi para anak didik dalam kegiatan menimba ilmu di bangku sekolah. Bila tubuh sehat dan bugar, tentu lebih mendukung dalam menerima pelajaran.

Untuk memiliki tubuh sehat, tentu asupan yang masuk ke tubuh harus sehat pula. Hal ini tentu harus dipahamkan kepada anak didik agar mereka mampu memilih makanan sehat dan bergizi. Baik ketika jajan di sekolah mau pun di rumah.

Pihak sekolah pun harus memiliki kantin sehat sebagai salah satu layanan jajan bagi anak didik ketika jam istirahat mau pun usai jam sekolah. Bahkan, bisa juga melayani menu sarapan pagi bagi anak yang membutuhkan.

Saat ini di lingkungan sekolah banyak penjual jajanan. Ada yang mangkal ada pula yang datang ketika jam istirahat. Makanan yang dijual pun bermacam-macam.

Mulai bakso, cireng, cimol, cilok, burger, naget, cakue, tahu petis, nasi goreng, bakmi goreng, gulali, es cepit, es lilin, arum manis. Dan masih banyak lagi.

Menurut Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Deputi-III Badan POM RI, makanan sehat harus memenuhi kriteria berikut: Pertama, bebas dari bahaya fisik. Seperti: potongan kaleng, pecahan gelas/kaca, potongan ranting, potongan plastik, serpihan batu/kerikil, rambut, kuku, perhiasan.

Kedua, bebas dari bahan kimia, berupa racun alami meliputi paloktosin dan amatoksin dalam jamur racun, HCN dalam singkong racun, tetrodotoksin dalam ikan buntal. Bebas bahaya kimia dari cemaran bahan kimia.

Seperti pestisida, cat, dan komponen kimia dari peralatan/kemasan yang lepas dan masuk ke dalam makanan. Bahaya kimia bisa juga logam berat seperti: merkuri, timbal, kadmium, arsen, tembaga, seng dan timah. Juga pewarna tekstil, serta udara yang tercemar gas dan debu knalpot kendaraan bermotor.

Ketiga, bebas bahaya biologis. Seperti mikroba berupa virus, bakteri, kapang, dan parasit. Juga cemaran hewan ternak, binatang piaraan, binatang pengerat, dan serangga. Sumber pencemaran mikroba pada makanan berasal dari air, bahan baku, pekerja, peralatan pangan, kucing, burung, tikus, serangga, sampah, tanah, debu dan udara.

Perlu ditanamkan kepada anak didik tindakan yang dilakukan sebelum jajan. Seperti, mengerti memilih pangan aman, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta tidak mengkonsumsi makanan kadaluwarsa. Membeli makanan di tempat bersih, terlindung dari terik matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor.

Dengan memilih jajan sehat dan bergizi sebagai asupan tubuh, diharapkan anak didik sehat dan bugar serta siap menimba ilmu. Sehingga, kita harapkan anak didik tumbuh menjadi generasi Indonesia sehat dan cerdas.

*Narwan, S.Pd
Guru SD Negeri Jogomulyo
Kec. Tempuran Kab. Magelang

Apa Tanggapan Anda ?