Siswa sekolah luar biasa mencoba membatik dengan skill yang dimiliki. Karyanya, mampu menjadi seragam resmi para guru sekolah.

Daerah

Batik Karya Siswa SLB Dijadikan Seragam Resmi


MAGELANG – Sebanyak 14 siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler membatik kemarin. Mereka belajar di Sekolah Luar Biasa Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Luar Biasa (SLB YPPALB) “Putra Mandiri” Menowo Kota Magelang. Sekolah ini biasa menaungi anak tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita. Aktivitas seperti ini berjalan rutin sebagai bagian dari kegiatan ekstrakulikuler sekolah tersebut.

Selama proses membatik, butuh kesabaran yang ekstra bagi para pendidik. Para guru dengan telaten membimbing dan melatih siswa saat pembekalan berlangsung. Upaya mendidik dengan cara yang berbeda seperti ini disesuaikan dengan sistem pembelajaran yang ada.

Guru dengan sabar mengikuti kemauan para siswanya. Hingga kemudian diarahkan secara perlahan sesuai dengan suasana batin para siswa. Secara umum, praktek membatik dimulai dari menggambar, menyanting, mewarnai dan memberi malam.

Namun di sekolah luar biasa ini, proses itu dilakukan berdasarkan keinginan siswa sendiri. Sementara guru nantinya yang mengarahkan.

Salah satu guru ekstrakurikuler sekolah luar biasa Kuntarwati mengatakan, saat ini batik buatan SLB Putra Mandiri menunjukkan tren yang positif. Hasil para siswa dipesan oleh sekolah lain yang digunakan sebagai seragam guru. Siswa juga aktif mengikuti kegiatan pameran untuk memasarkan hasil batik tersebut.

“Tidak hanya itu, rencananya hasil batik siswa juga akan digunakan sebagai seragam resmi di internal sekolah,” katanya.

Berdasarkan karya membatik itu, industri tekstil sempat melirik pihak sekolah. Beberapa siswa lulusan dari SLB Putra Mandiri mempunyai skill yang mumpuni dalam hal menggambar dan menyanting batik. Hingga akhirnya siswa lulusan SLB ini ditarik di industri tekstil yang memproduksi kain batik.

Selain membatik, sekolah juga mengembangkan kreasi dari manik – manik dan juga olahan kerajinan dari daur ulang sampah.

“Kami berharap ekstrakulikuler membatik dapat memberikan keterampilan hidup dan sarana bersosialisasi bagi siswa. Dengan ini tujuannya yaitu untuk kemandirian kehidupan siswa dikemudian hari,” katanya.

 

Apa Tanggapan Anda ?