Para siswa Angkatan I SD Muhammadiyah Tempuran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah berfoto bersama kepala sekolah dan wali kelas usai diwisuda lulus.

Daerah

Pintar Tak Harus Ada PR


SIEDOO, MENDIDIK siswa agar pintar tidak harus dengan memberikan pekerjaan rumah (PR). Biarkan mereka belajar dengan nyaman di rumah, baik sendiri atau bersama kelompok belajarnya. Hanya saja, siswa diberi pengertian bagaimana mengatur waktu belajar.

Hal itu diungkapkan oleh R Elyunusiyah, SPdI, Kepala SD Muhammadiyah Tempuran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dibuktikan dengan lulus 100% anak didiknya tahun 2018 ini.

“Ini merupakan lulusan perdana SD Muhammadiyah yang baru berusia 6 tahun ini,” katanya.

Kelas 6 berjumlah 29 siswa tersebut tidak hanya diwisuda lulus. Namun, mereka sekaligus telah khatam Juz ‘Amma. Hal ini sangat membanggakan orangtua di mana zaman sekarang anak mengaji di mushala atau masjid sudah jarang ditemui.

“Saya bangga dengan kegiatan di sekolah ini. Terus terang saya tidak bisa mengaji, namun ingin anak saya pandai membaca Alqur’an sekaligus belajar mengamalkannya,” kata seorang wali siswa.

Dalam acara Haflah Akhirussanah Khotmil Qur’an Juz ‘Amma dan Wisuda Purna Kelas VI Angkatan I Tahun Pelajaran 2017/2018 tersebut, banyak membuat haru para wali siswa. Sehingga, banyak yang mengikuti acara dengan mata berkaca-kaca.

Selain dihadiri oleh para guru, hadir pula 250 wali murid kelas I-VI, Plt Kepala UPT Tempuran, dan Pengurus Cabang Muhammadiyah Tempuran serta tamu undangan lain.

Tokoh Muhammadiyah Tempuran Nidaan Khasana menandaskan, memang saatnya siswa tidak dibebani PR akademis. Namun mendisiplinkan mereka agar mampu membagi waktu untuk belajar, mengaji, membantu orang tua, dan bermain.

Saat ini bagi anak Indonesia, adalah memiliki akhlak mulia dan karakter yang baik agar mereka mampu hidup dengan wajar dan normal. Jauh dari perbuatan maksiat dan memperbanyak ibadah. Dengan belajar dari mendisiplinkan diri diharapkan anak jauh menjadi lebih pintar.

“Jadi memang benar bahwa pintar tidak harus dengan PR,” tandasnya.

*Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang Provinsi JawaTengah

Apa Tanggapan Anda ?