Inovasi Opini

Ciptakan Kesan Bermakna Pada Siswa Melalui Pembelajaran Variatif

Siedoo, Setiap kurikulum pendidikan yang diberlakukan di Indonesia memiliki kekurangan dan kelebihan. Perubahan kurikulum yang terjadi memberikan warna dalam proses belajar mengajar (PBM). Seperti kurikulum 2013 yang kini dilaksanakan di Indonesia, memberikan suasana pembelajaran yang berbeda dari kurikulum sebelumnya.

Pada kurikulum 2013 ini diharapkan siswa mampu mandiri, aktif, dan kreatif. PBM di kelas harus lebih bervariasi sehingga akan mengurangi kejenuhan dalam belajar. PBM dirancang lebih variatif menggunakan berbagai metode, teknik, dan multi media, sehingga pembelajaran di kelas lebih menyenangkan. Metode yang digunakan dapat berupa diskusi kelompok, percobaan, dan lain-lain.

Ketika pelajaran tatap muka, bukan daring seperti saat ini, kita ambil contoh dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di kelas 4 sekolah dasar (SD). Materi yang ada berupa menyanyi, membuat kerajinan (mozaik, montase, kolase, dan aplikasi), dan seni tari.

Khusus seni tari, siswa bisa diminta membentuk kelompok dan belajar secara mandiri untuk menampilkan sebuah tarian daerah sesuai dengan hasil diskusi kelompok. Melalui seni tari ini siswa dapat mengenal dan belajar tari dari daerah lain. Sehingga siswa dapat memiliki pengalaman dan pengetahuan dari tarian yang dibawakan.

Untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang materi di kelas 4,siswa belajar melalui internet yaitu dengan browsing melalui internet yang ada di sekolah. Siswa browsing menggunakan komputer yang tersedia di sekolah. Dilakukan tetap bersama kelompoknya, tentu juga melihat ketersediaan komputer di sekolah.

Melalui pembelajaran IT (Information Technology) tersebut, melatih siswa agar tidak gaptek tetapi melek IT. Selain siswa bisa tahu cara browsing, siswa diharapkan bisa menuliskan kembali materi kemudian mempresentasikan di depan kelas menggunakan LCD. Melalui pembelajaran seperti itu diharapkan siswa lebih senang dan melatih keberanian siswa.

Proses belajar mengajar bisa juga dilakukan di luar  kelas. Misalnya muatan IPA di mana anak melakukan pengamatan tentang tumbuhan yang ada di halaman sekolah atau sekitarnya. Kegiatan pengamatan langsung ini akan menghilangkan verbalisme siswa terhadap suatu objek yang ada dalam materi pembelajaran.

Dengan melakukan pembelajaran bervariasi, guru akan semakin kreatif merancang PBM. Siswa pun akan mengikuti pembelajaran dengan senang, semangat dan memperoleh kesan bermakna bagi mereka. (*)

Nur Chajati, S.Pd.SD
Guru SD Negeri Banjarsari, Windusari,
Magelang, Jawa Tengah
Apa Tanggapan Anda ?