Ilustrasi. Pemain sepakbola mencium tangan wasit sebelum bertanding. Upaya menghormati ke orang yang lebih tua ini merupakan bagian dari pendidikan karakter.

Opini

Mengenal Pembentukan Jenis Karakter

KoMMBes Penggalangan Dana Lombok

SIEDOO.COM – Karakter adalah sifat batin yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia. Kita sebagai manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda. Jika dilihat dari pengertian, maka karakter adalah gabungan sifat antara pikiran, perilaku, budi pekerti dan tabiat manusia.

Kenapa karakter ini penting dimiliki, karena manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal pikiran. Manusia diciptakan untuk berfikir dan menentukan pilihan. Apakah manusia mau mengikuti akal pikirannya, sehingga menjadi bentuk manusia yang mempunyai karakter. Seperti karakter positif maupun negatif.

Dengan karakter, maka dapat mengajarkan pada kita tentang identitas personal. Seperti hidup jujur dan memiliki budaya untuk tertib antre. Adapun karakter sosial, yakni memiliki tanggung jawab sosial dan menghargai perbedaan serta pendapat orang lain untuk menumbuhkan sikap nasionalisme.

Pikiran Positif

Berpikir positif itu penting, karena dengan itu dapat memberikan semangat pada kita untuk maju. Misalnya, jika kita melakukan suatu pekerjaan, akan ada dua keputusan. Yaitu, berhasil atau belum berhasil.

Kata “belum berhasil” lebih baik digunakan daripada kata “gagal”. Jika memilih kata gagal, membuat kita berpikir negatif dan membuat relatif tidak semangat. Karena, hasilnya 50% berhasil dan 50% gagal. Hal ini membuat pikiran kita mengalami kecemasan dan ragu-ragu, apakah akan dikerjakan atau tidak.

Lain halnya jika pilihan keputusan adalah berhasil dan belum berhasil. Pikiran kita menjadi positif dan membuat kita lebih bersemangat. Karena, jika kita belum berhasil, maka masih ada kesempatan memperbaiki untuk menjadi berhasil. Jika berhasil, maka peluang akan menjadi 100% dan jika belum berhasil maka kita masih mempunyai kesempatan untuk membuat menjadi 100%. Hal ini kemudian membuat kita bersemangat.

Berperilaku Positif

Kalimat nasehat orang tua kita, diantaranya “Berperilakulah yang Baik”. Karena, perilaku yang baik menyebabkan kita menjadi lebih positif. Perilaku merupakan tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri, yang mempunyai bentangan sangat luas.

Contoh dari perilaku antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Jadi, perilaku positif adalah tindakan atau aktivitas dari manusia yang tidak melanggar aturan atau tidak melanggar norma yang berlaku. Hasil yang didapat akan membawa kebaikan untuk diri kita dan orang lain.

Setiap perilaku baik ke orang lain, maka seperti kita melempar bola. Akan kembali ke kita sendiri. Untuk dapat berperilaku positif, maka perlu suatu pikiran yang positif terlebih dahulu.

Berbudi Pekerti Baik

Budi pekerti ini terdiri dari dua kata. Yaitu Budi dan Pekerti. Budi yang berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran. Sementara pekerti berarti kelakuan. Secara etimologi Jawa, Budi berarti nalar, pikiran atau watak. Sedangkan Pekerti berarti “penggawean“, watak, tabiat atau akhlak.

Dari pikiran dan perilaku yang positif, maka akan menghasilkan suatu budi pekerti yang baik. Jadi, budi pekerti itu adalah cara pemikiran yang membuat sadar diri sendiri atau menyadarkan orang lain. Budi pekerti itu sendiri dapat menular.

Jika kita berinteraksi dengan seseorang yang mempunyai budi pekerti baik, maka kita akan sungkan untuk melakukan hal yang kurang baik. Jika kita lakukan setiap hari berinteraksi dengan yang berbudi pekerti baik, maka kita akan mempunyai budi pekerti yang lebih baik pula.

Tabiat yang Baik

Jika sudah mempunyai pikiran positif, perilaku baik, dan budi pekerti yang baik, maka harus disertai tabiat yang baik. Karena, tabiat itu seperti penggawean atau kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan secara terus menerus, maka akan memiliki watak.

Kalau didalam Islam, diistilahkan dengan akhlak. Orang dikatakan mempunyai tabiat yang tidak baik, karena mempunyai pikiran, perilaku, dan budi pekerti yang kurang baik secara terus menerus. Sedangkan, orang mempunyai tabiat yang baik, jika mempunyai pikiran, perilaku, dan budi pekerti yang baik pula.

Karakter seseorang yang baik harus mempunyai sifat yang baik dalam perpikir, berperilaku, berbudi pekerti, dan bertabiat yang baik. Hal itu tidak dapat direkayasa secara instan. Tapi, dapat dibentuk sedari kecil. Untuk itu, pemerintah mempunyai program mengubah pola pendidikan SD dan SMP menjadi sekolah yang berbasis pendidikan karakter. Setujukah Anda ?

Apa Tanggapan Anda ?