Satelit Palapa C, salah satu generasi Satelit Palapa milik Indonesia.

Opini

Mengenal Sejarah Hari Satelit Palapa


Siedoo, DEWASA ini kita tahu bahwa kemudahan pemanfaatan telekomunikasi tak hanya dirasakan orang dewasa. Anak balita pun saat ini dimanja oleh dunia telekomunikasi. Penggunaan gadget sudah mendunia seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi.

Namun apakah semua warga Indonesia mengenal satelit Palapa? Satelit domestik milik Indonesia yang dulu sangat dihafal oleh anak SD, lambat laun tak dikenal. Saat ini jangankan anak SD, kadang orang dewasa pun lupa sejarah satelit Palapa.

Pada 9 Juli 2018 kemarin, kita memperingati Hari Satelit Palapa. Maka ada baiknya kita kembali mengingat sejarah sekaligus mengenalkan kembali sejarah satelit Palapa kepada generasi kita. Tidak hanya mengenal satelit Palapa-nya saja, yang terpenting generasi Indonesia tidak melupakan sejarah bangsa dan negaranya sendiri.

Hingga awal tahun 1970-an, hubungan telekomunikasi dalam negeri masih menghadapi kendala. Keberhasilan penggunaan jaringan satelit untuk hubungan luar negeri mendorong munculnya gagasan untuk memanfaatkan teknologi yang sama bagi kepentingan dalam negeri.

Saat itu, sistem komunikasi yang memanfaatkan teknologi satelit dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada 15 Februari 1975 Indonesia menandatangani pengadaan dua satelit. Yaitu, satu stasiun pengendali utama dan empat puluh stasiun bumi disebar di beberapa daerah.

Langkah pertama pemerintah Indonesia mulai membangun sumber daya manusia dan fisik sejak tahun 1974. Beberapa orang Indonesia dikirim ke luar negeri untuk mempelajari sistem komunikasi modern.

Langkah selanjutnya dibangun stasiun pengendali utama satelit di Cibinong, Jawa Barat, diikuti pendirian stasiun bumi di beberapa tempat.

Dibantu ahli dari luar negeri, para pakar teknologi Indonesia bersama-sama mengoperasikan teknologi komunikasi modern dan diberi nama Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa. Yaitu sistem komunikasi pengendali bumi yang dibuat oleh Hughes Aircraff Company (HAC) Perumtel Indonesia.

Pada 8 Juli 1976 pukul 19.31 waktu Florida, Amerika Serikat, atau 9 Juli 1976 pukul 06.31 WIB merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dengan diluncurkannya satelit komunikasi Palapa A1 milik Indonesia dari Cape Canaveral Kennedy Space Centre Florida. Roket peluncur yang digunakan adalah Delta 2914 buatan McDonnal Douglas dan ditempatkan pada orbit geostationer di posisi 83 derajat bujur timur (BT). Satelit tersebut berfungsi sejak 16 Agustus 1976. Tanggal peluncuran pertama satelit telekomunikasi geostationer Indonesia inilah diperingati sebagai Hari Satelit Palapa.

Peluncuran dan pengoperasian Satelit Palapa A1 tersebut merupakan proyek rintisan pemerintah untuk merambah dunia telekomunikasi. Proyek itu dikelola oleh Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel). Perumtel merupakan penyelenggara jasa komunikasi yang sekarang dikenal dengan nama PT Telekomunikasi Indonesia atau sering disebut Telkom saja.

Nama Palapa diambil dari sumpah yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit tahun 1334, yaitu Sumpah Palapa. Sumpah Gajah Mada yang ingin mempersatukan Nusantara saat itu. Sehingga, nama Palapa ini diambil oleh Presiden Soeharto waktu itu dengan maksud mempersatukan wilayah Indonesia lewat komunikasi. Artinya seluruh bangsa Indonesia bisa berkomunikasi menggunakan Satelit Palapa.

Pemakaian Satelit Palapa dirasa perlu mengingat Indonesia terdiri dari gugusan pulau. Pemerintah saat itu memandang pentingnya pemerataan komunikasi dan informasi dalam pulau-pulau tersebut dengan proyek ini. Pancaran sinyal dari satelit generasi pertama ini, dapat menjangkau beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Pada saat itu, Indonesia merupakan negara ketiga yang meluncurkan satelit pemancar domestik setelah Kanada dan Amerika. Sebuah lompatan besar yang dilakukan pemerintah Indonesia di bidang teknologi.

Satelit Palapa sendiri menggunakan teknologi yang cukup maju saat itu. Secara keseluruhan, satelit ini menggunakan teknologi yang dipakai untuk satelit Anik milik Kanada dan Westar milik Amerika. Begitu juga dengan roket peluncur, Satelit Palapa A1 diluncurkan menggunakan roket yang sama dengan kedua satelit tersebut yaitu Delta 2914.

Satelit Palapa A1. Foto:Net

Proyek pengerjaan Satelit Palapa A1 memakan waktu selama 17 bulan dan ini tergolong cukup cepat. Bahkan, pengerjaannya sendiri tercatat sebagai pengerjaan satelit tercepat yang dilakukan oleh Hughes Space And Communication Inc.

Saat ini total ada 10 generasi Satelit Palapa telah diluncurkan yaitu Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R, Palapa B4, Palapa C1, Palapa C2, dan Palapa D. Pada tahun 2016 diluncurkan generasi ke-11 satelit ini yang diberi nama Palapa E, namun gagal. Sembilan generasi Satelit Palapa dibuat oleh Hughes Space and Communication Inc dan pada generasi kesepuluh dikerjakan oleh Thales Alinea Space.

Apa Tanggapan Anda ?