Rapat koordinasi terkait pelaksanaan CPNS tahun 2019. I foto : bkn.go.id

Nasional

Tim PPSR Turun ke Instansi Pembuka Lowongan CPNS


JAKARTA - Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) Badan Kepegawaian Negera (BKN), Heri Susilowati mengatakan, secara bergiliran selama satu bulan PPSR akan mengirimkan timnya untuk melakukan koordinasi dengan seluruh instansi yang membuka formasi CPNS.

“Kami berharap pelaksaan seleksi CPNS tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya baik dari segi persiapan maupun infrastruktur,” jelasnya dilansir dari bkn.go.id.

Tahun 2019 ini pemerintah membuka 152.286 formasi dengan rincian, instansi pusat sebanyak 37.425 formasi pada 68 K/L dan Instansi Daerah 114.861 formasi pada 462 Pemerintah Daerah.

Formasi jabatan yang dibuka adalah tenaga pendidikan, kesehatan, dosen, teknis fungsional, dan teknis lainnya. Tiga besar formasi pada penerimaan CPNS kali ini adalah guru 63.324 formasi, tenaga kesehatan 31.756 formasi, dan teknis fungsional 23.660 formasi.

Diakuinya, BKN telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan terlibat dalam proses seleksi CPNS dengan memberikan pembekalan dan pelatihan. Selain itu, telah dibentuk panitia seleksi yang terdiri dari tim IT dan tim administrasi.

Saat ini BKN masih menunggu beberapa K/L menginput formasi di SSCASN. Pelaksanaan seleksi CPNS ini mengacu pada dasar-dasar hukum seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017, Permen PAN-RB Nomor 36 dan 37 Tahun 2018, dan Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2018.

“Pelaksanaan seleksi diselenggarakan selama 22 hari di 239 titik lokasi di seluruh Indonesia," ungkap Deputi Bidang Pusat Sistem Informasi Kepegawaian Suharmen.

Lebih lanjut Suharmen mengimbau seluruh K/L untuk segera menyelesaikan input formasinya di sistem SSCASN sebelum tanggal 11 November 2019.  “Sistem seleksi yang akuntabel dan transparan menjadi langkah wujudkan ASN worldclass,” ujarnya.

Pada tanggal 11 November 2019 pukul 00.00 sistem SSCASN resmi dibuka. Adapun tahapan seleksi CPNS meliputi:

  1. Penetapan formasi;
  2. Pengumuman dan Pendaftaran di SSCASN;
  3. Verifikasi data peserta seleksi;
  4. Pengumuman hasil seleksi;
  5. Penjadwalan seleksi;
  6. Pelaksanaan seleksi;
  7. Pengolahan hasil seleksi;
  8. Pengumuman hasil seleksi;
  9. Pemberkasan/penetapan NIP.

Adapun materi yang akan diujikan pada saat SKD, sama dengan materi yang diujikan pada tahun sebelumnya yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta harus mampu menjawab 100 soal SKD dalam waktu 90 menit. Suharmen berharap instansi yang mengadakan tes CAT secara mandiri untuk dapat melengkapi sarana dan prasarana penunjang sesuai dengan Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2018. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?