Mobil hemat energi karya mahasiswa Magelang. Perdana ikut KMHE, Elang Untidar bawa pulang gelar The Best Rookie.

Nasional

Mobil Hemat Energi Mahasiswa, Dapat Gelar Pendatang Terbaik

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Suatu proses tidak akan mengkhianati hasilnya. Pernyataan ini kiranya tepat disematkan kepada Tim Universitas Tidar Magelang saat mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE). Acara ini berlangsung Selasa-Sabtu (7-11/11) di Sirkuit Kenjeran Park Surabaya, Jawa Timur.

Meski tergolong peserta baru, Tim Untidar berhasil meraih gelar juara The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang tersebut. Untidar membawa karyanya berupa mobil hemat energi. Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline (Elang) merupakan prototype mobil hemat energi pertama karya mahasiswa D3 Teknik Mesin Untidar.

Elang Untidar mengikuti ajang KMHE kategori kendaraan prototype dengan tenaga listrik. Pada kategori ini Elang Untidar bersaing dengan 17 tim dari perguruan tinggi se Indonesia.
Prototype mobil hemat energi dengan bahan bakar listrik ini berhasil menyelesaikan 5 race dalam kurun waktu 4 hari pada Rabu-Sabtu (8-11/11/2017). Setiap race masing-masing peserta harus menyelesaikan delapan putaran pada sirkuit sepanjang 11,6 km.

KMHE merupakan ajang kompetensi dalam pengelolaan engine. Dalam kompetisi ini tidak hanya sekedar “jalan”. Tetapi bagaimana menjaga performa mobil tetap stabil.

“Karena ini kontes hemat energi maka luarannya mobil mampu berjalan dengan betul-betul menghemat energi. Go green tanpa polusi,” kata Pendamping Tim Elang Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T.

Awal berangkat dari kampus kemarin, ia hanya fokus pada race. Tetapi keadaan di lapangan justru berbeda. Sebelum race saja melalui proses scrutineering, ini saja sudah sangat rumit.

“Berkali-kali kami harus bongkar pasang. Tapi syukurlah kerja keras tim terbayar dengan gelar pendatang terbaik ini dan siap mengikuti ajang ini di tahun depan kembali,” jelasnya bangga.

Baca : Mobil Elang Hemat Energi karya Mahasiswa, Siap Berkompetisi

Menurutnya, seluruh tim sudah bekerja maksimal selama kompetisi berlangsung. Walaupun sebagai pemula dan pertama kali mengikuti ajang ini, seluruh tim sudah bekerja keras dan optimis bisa ikut kembali dalam kompetisi ini tahun depan.

Setiap menjelang race tiap peserta diwajibkan mengikuti scrutineering. Ada 10 pos pengecekan yang harus dilalui setiap tim sebelum dilanjutkan ke tahap race. Panitia akan mengecek diantaranya berat, rem, kemanan pengemudi, sabuk, helm, sepatu, alat pemadam kebakaran, dan lainnya.

“Perolehan waktu terbaik Elang Untidar adalah 22 menit 56 detik. Dimana mampu menempuh jarak 96 km dengan daya 1 kwh/h,” jelas Heru Sai Udin, Ketua sekaligus manajer Tim Elang.

Sebelumnya rem depan hanya menggunakan 1 kaliper dan 1 pedal untuk 2 roda. Rangkaian ini menyebabkan kurangnya tekanan terlebih jika mobil diposisikan dalam keadaan miring. Maka itu dilakukan perbaikan dengan menambah 1 kaliper lagi.

Setiap kali menyelesaikan race mobil akan diukur seberapa banyak bahan bakar yang terpakai, jarak, waktu dan kecepatan. Pada race awal, Elang Untidar sempat terkendala pada bagian rem depan.

“Panitia tidak mengijinkan kami melanjutkan ke tahap race jika rem belum sesuai dengan standar. Maka itu Elang harus masuk paddock dahulu untuk diperbaiki,” kata Heru.

Elang Untidar memiliki panjang 260 cm dan tinggi 70 cm. Dengan mengandalkan tenaga listrik dari 4 accu yang dirangkai secara seri dengan total daya 48 volt. Elang Untidar terbuat dari bahan besi galvanis dengan dimensi 3×6 dan tebal 1,4 mm. Kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass. Bahan ini bertujuan melindungi keselamatan pengemudi jika nantinya terjadi kecelakaan.

Prototype mobil hemat energi pertama ini karya mahasiswa D3 Teknik Mesin Untidar. Meski bersaing dengan inovasi se nusantara, para mahasiswa berhasil meraih gelar juara The Best Rookie atau pendatang baru terbaik dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi.

Apa Tanggapan Anda ?