Mendikbud Muhadjir Effendy berharap, muncul inovasi dalam dunia pendidikan yang dapat membantu siswa, termasuk penyandang disabilitas. Foto, web Kemdikbud.

Daerah

Berharap Inovasi Sarana Belajar Untuk Disabilitas


JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Simposium Regional Pengembang Teknologi Pembelajaran di Hotel Menara Peninsula, Jakarta (29/3/2017). Acara ini bertujuan sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan berbagi pengalaman antar pakar dan praktisi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (Jabfung PTP) di lapangan.

Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari, mulai 29 – 31 Maret 2017 ini, akan hadir pula pakar dan praktisi baik dari instansi lingkungan Kemendikbud, Dewan TIK Nasional (Wantiknas), maupun dari perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengembangan teknologi. Simposium ini diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran. Antara lain guru, dan juga dari Perguruan Tinggi, Balai Teknologi Komunikasi (Tekkom), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap, pertemuan ini dapat menjadi ajang tukar pikiran yang efektif antar pengembang. Dengan demikian, nantinya dihasilkan inovasi dalam dunia pendidikan yang dapat membantu siswa, termasuk penyandang disabilitas.

“Saya berharap nanti akan ada inovasi dari pertemuan ini. Termasuk untuk menunjang sarana belajar mengajar bagi penyandang disabilitas,” kata menteri seperti dikutip di www.kemdikbud.go.id.

Dalam sambutannya, menteri menuturkan bahwa, media pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong kualitas pendidikan di Indonesia. Media pembelajaran merupakan salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan. Pengembangan media bahan belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan guna mendukung kualitas pendidikan Indonesia.

“Media pembelajaran memiliki peran penting dalam memajukan dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi dalam laporannya juga menyampaikan harapannya agar acara ini dapat mengoptimalisasi jabfung PTP. Terkait dengan pembelajaran yang semakin dibutuhkan, anak-anak dapat belajar tidak hanya dari guru.

“Tapi juga dari pembelajaran yang dikembangkan oleh PTP,” kata dia.

Apa Tanggapan Anda ?