Inovasi

Penghargaan Khusus Kemenristek Dikti untuk Inovasi Alat Pemanggang Otomatis

Siedoo, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyatakan bahwa, pemberian penghargaan merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi. Yaitu, guna meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini dan dimasa yang akan datang.

"Perkembangan global memberikan peluang para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya dan konsumen menentukan pilihannya," kata Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Jumain Appe.

Ia menyebut itu saat malam penghargaan Indonesia Innovation Award (IIA) 2019 di Grand Ballroom The Fairmont Hotel, Jakarta. Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang meraih penghargaan Indonesia Innovation Award 2019 kategori khusus inovasi pemerintah daerah dari Asosiasi Pengusaha TIK nasional (Aptiknas).

Penghargaan ini diberikan atas inovasi Pemkot Magelang dalam mencari solusi tantangan dan persaingan pasar global. Penghargaan  diterima langsung Walikota Magelang Sigit Widyonindito.

Menurut Jumain Appe, tantangan terbesar Indonesia di dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah kesenjangan digital yang masih tinggi akibat minimnya pengetahuan SDM dalam mengoptimalkan teknologi dan infrastruktur. Kesenjangan ini berdampak pada kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin besar pula.

Adapun beberapa aspek yang dinilai untuk meraih penghargaan ini, diantaranya Profil Pemda, Aspek Teknologi, Aspek Market/Pasar, Aspek Organisasi, Aspek Manufaktur, Aspek Investasi, Aspek Partnership/Kemitraan dan Aspek Resiko.

Inovasi Alat Pemanggang Otomatis

Kepala Badan penilitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang, Jawa Tengah Arif Barata Sakti menjelaskan, Pemkot Magelang menerima penghargaan berkat inovasi Magic Grill (alat pemanggang otomatis) hasil karya Bagiyanto, warga Kota Magelang. Karya ini merupakan pemenang Krenova 2018.

Pada tahun 2019, karya ini lolos sebagai salah satu karya yang difasilitasi Kemenristek Dikti melalui skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Arif mengatakan, Pemkot Magelang tengah berupaya agar karya ini menjadi usaha inovatif yang diharapkan dapat berkembang pada masa yang akan datang. Penguatan karya ini dilakukan dengan mendirikan perusahaan yang dilabeli Utama Karya Mandiri.

Peran Aktif Masyarakat 

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengaku bangga atas penghargaan tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat (inovator) serta Badan Penilitian dan Pengembangan Kota Magelang dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui ajang kompetisi Krereativitas dan Inovasi (Krenova).

Menurut dia, penghargaan ini tentu untuk masyarakat yang telah menyumbangan ide dan pemikiran untuk kemajuan Kota Magelang, utamanya dalam menghadapi pasar global.

"Juga dengan adanya pendampingan dan motivasi dari Pemkot untuk menumbuhkan inovasi-inovasi baru masyarakat,” kata Sigit.

Untuk mendapatkan penghargaan itu, Kota Magelang harus melewati seleksi dari tim penilai yang melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Majalah Biskom.

Ia pun meminta agar kretivitas dan inovasi masyarakat Kota Sejuta Bunga ini bisa tumbuh subur, untuk mendukung program pemerintah mensejahterakan masyarakat. Apalagi dengan kondisi Kota Magelang yang minim sumber daya alam (SDA), maka perlu banyak inovasi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya guna.

“Kota Magelang sangat minim sumber daya alamnya, maka perlu inovasi masyarakat untuk mengangkat kota ini sehingga punya daya saing yang tinggi,” jelasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?