Ribuan orang berdatangan menyimak Sinau Bareng dari Cak Nun di kegiatan Tasyakuran Khataman Madrasah Diniyah Hidayatussibyan Dusun Bandung, Desa Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto : Fauzi Bayu / Siedoo

Daerah

Cak Nun : Belajarlah dari Kupu - kupu


MAGELANG – Keyakinan dan kepercayaan dalam agama sejak dahulu merupakan hal yang melekat dalam kehidupan manusia. Pengetahuan agama kini menjadi salah satu hal yang mutlak keberadaannya dalam hal pendidikan.

Hal tersebut dipraktekkan oleh Madrasah Diniyah Hidayatussibyan dalam mengajarkan ilmu agama Islam bagi generasi muda. Dilangsungkan di lingkungan Bandung, Desa Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Madrasah Diniyah Hidayatussibyan menggelar Tasyakuran Khataman yang dikemas berupa pengajian dengan mendatangkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng, Kamis malam, 16 Mei 2019. 

Dalam kajian tersebut, Cak Nun menerangkan banyak hal tentang inti kehidupan. Salah satunya diterangkan bahwa seriuslah dalam menuntut ilmu dan tumbuhkan kecintaan terhadap Alquran di dunia.

“Belajarlah dari kupu-kupu, jangan cuma menjadi ulat bagi sekitar. Berubahlah menjadi kepompong (bertapa, berpikir, instropeksi diri, berfikir jadi lebih baik) agar kelak bisa menjadi kupu-kupu yang memimpin Indonesia,” terangnya.

Ia mengingatkan, untuk belajar berkonsentrasi ditengah keramaian. Jadi tetap melakukan apa yang menjadi pekerjaan dan jangan mudah terpengaruh oleh sekitar.

Sebenarnya Madrasah Diniyah Hidayatussibyan sudah melakukan khataman lokal pada 28 April 2019 kemarin, disaat itu ingin mengundang Cak Nun. Namun demikian, jadwal untuk kehadiran yang belum bisa.

“Pengajian bersama Cak Nun baru bisa terlaksana sekarang, karena kami juga menyesuaikan dari jadwal beliau,” jelas Sarwo Mulyono, Ketua Panitia Tasyakuran Khataman Madrasah Diniyah Hidayatussibyan.

Cak Nun dipilih untuk dihadirkan karena dinilai seorang tokoh budayawan yang cukup pas di kalangan masyarakat dan mumpuni dalam memberikan materi perpaduan seni budaya dan agama.

“Kami memilih Cak Nun juga sebelumnya sudah dirapatkan bersama pengasuh madrasah, warga dan tokoh masyarakat,” katanya.

Terdapat 27 anak yang khatam dari total 70 anak, yang terdiri dari siswa SD hingga SMP. Tema yang diangkat adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta kepada Alquran.

“Tidak hanya sebatas khatam saja, tapi juga berharap anak-anak punya motivasi mempelajarinya lebih dalam lagi,” tandasnya.

Acara tersebut terbuka untuk umum, dihadiri ribuan orang yang ingin menyimak kajian dari Cak Nun, dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang