Ilustrasi siswa berdiskusi

Nasional

Anggota DPR Sarankan Guru Mengganti Metode Mengajar


TASIKMALAYA – Menyongsong pendidikan abad 21, guru harus senantiasa berbenah. Terobosan-terobosan baru harus dilakukan. Salah satu yang menjadi sorotan wakil rakyat adalah metode mengajarnya.

Kelas harus hidup, pembelajaran bukan hanya satu arah bersumber dari guru. Karenanya, untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif, penerapan metode mengajar yang tepat dan pemahaman karakteristik siswa sangat diperlukan.

Sebagaimana ditulis kemdikbud.go.id, anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyatakan metode ceramah sudah harus ditinggalkan dan diganti metode yang mampu membuat suasana kelas menjadi hidup, menyenangkan, kreatif, dan dialogis.

“Sudah bukan saatnya lagi, memulai pelajaran dengan perintah anak-anak, buka buku halaman sekian, baca dalam hati, dan jawab pertanyaannya. Guru perlu memahami karakter tiap anak, dan mendorong tiap anak maju sesuai potensi terbaiknya,” katanya.

Ia mendorong agar guru terus meningkatkan kompetensinya. Peningkatkan kompetensi guru tidak hanya dalam bentuk mengikuti pelatihan atau lokakarya. Aktivitas-aktivitas seperti studi banding, diskusi dalam kelompok kerja guru, belajar dari berbagai sumber juga merupakan upaya peningkatan kompetensi.

“Tugas peningkatan kompetensi guru juga tidak hanya dari APBN. Perlu kontribusi dari pemerintah daerah dengan APBD-nya, organisasi profesi, swasta, dan guru itu sendiri,” bebernya.

Sementara itu pemerhati pendidikan, Odo Hadinata, menekankan pentingnya guru membiasakan siswanya berpendapat dan bertanya. Siswa yang terbiasa mendengarkan ceramah guru, tentu kurang terbiasa untuk mengemukakan pendapat dan bertanya. Guru harus punya metode agar anak berani berpendapat, tidak takut salah dalam mengemukakan pendapatnya.

“Misalnya begini, bapak ibu membawa botol air mineral. Kemudian meminta anak-anak coba deskripsikan benda ini,” kata Odo memberikan contoh.

Ditegaskan, tiap anak yang memberikan jawaban, apapun jawabannya, patut diapresiasi dalam bentuk pujian.

“Jika praktik kecil yang mendorong siswa berpendapat terus menerus dibiasakan, siswa akan lebih berani berpendapat dan bertanya,” tambahnya.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Elvira, mengatakan guru perlu meningkatkan kompetensi secara terus-menerus seiring perkembangan zaman.

“Di abad ke-21 di mana keterampilan komunikasi, bekerja sama, berfikir kritis, dan pemecahan masalah perlu dikuasai siswa. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan materi pelajaran di kelas,” ujarnya. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?