Farras Rahardini Azizah (dua dari kiri) bersama tim. Mereka menemukan solusi untuk mengatasi lamanya masa tunggu bagasi di bandara.

Inovasi

Mahasiswa Ini Temukan Solusi, Hadapi Lamanya Masa Tunggu Bagasi di Bandara


SURABAYA – Masa tunggu bagasi penumpang pesawat di bandara, terkadang dikeluhkan karena dinilai terlalu lama. Kondisi ini dirasakan penumpang sehingga harus menunggu beberapa waktu hingga berdampak antre yang cukup panjang. Mahasiswa dari Surabaya, Jawa Timur menemukan cara efektif untuk mengatasi hal tersebut.

Mereka adalah Farras Rahardini Azizah, Mayangkautserina, Ahmad Avisiena, dan Fachreza Reynaldi. Mahasiswa dari Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini memberikan inovasi untuk mempercepat penurunan bagasi saat penumpang berada di bandara dalam keadaan penerbangan padat. Pada kasus ini, mereka berhasil berinovasi pada permasalahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta Terminal 3, Cengkareng.

“Salah satu masalah yang masih dihadapi pengelola bandara saat ini adalah mencari cara. Bagaimana agar para penumpang bisa cepat mengambil barang bawaan mereka tanpa harus menunggu lama,” kata Farras Rahardini.

Persoalan yang ada, itu karena petugas yang berjaga di bagian bagasi jumlahnya tidak banyak. Solusi yang ditawarkan Farras dan timnya adalah manajemen penempatan dan alokasi waktu oleh pegawai bagian transfer bagasi ke konveyor.

“Ketika salah satu pintu konveyor bagasi sepi dan konveyor lain sedang ramai, karyawan pada konveyor sepi tersebut langsung dipindah ke bagian yang ramai untuk membantu,” jelas Farras.

Dengan cara ini, maka dapat diminimalisasi waktu tunggu pada sebuah konveyor dengan akibat terlalu lama memindahkannya. Cara ini dinilai efektif apabila tidak ingin mengganti teknologi yang ada.

“Karena dengan menambah karyawan dapat mempercepat terselesaikannya pemindahan barang,” urainya.

Farras juga mengatakan bahwa bagage handling system penting karena berkaitan dengan kepuasan konsumen. Semakin cepat barang sampai kepada penumpang, maka semakin sedikit waktu tunggu penumpang pesawat di bandara.

“Tentu ini akan memenuhi kepuasan pelanggan,” kata dia.

Upaya untuk mempercepat penurunan bagasi saat penumpang di bandara ini bukan tanpa alasan. Ia dan tim sudah mencari data dan pengamatan di lapangan. Dengan sebuah inovasi pada sistem bagasi pesawat yang ditemukan itu, nantinya para penumpang tidak perlu lagi menunggu terlalu lama. Salah satu yang dicontohkan yaitu Bandara Soekarno-Hatta.

“Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta kebanyakan untuk destinasi internasional. Sehingga, bandara sangat padat pendatang,” katanya.

Oleh karena itu, ketika masih padat akan pendatang yang menjadi permasalahan adalah sistem bagasi. Sistem bagasi ini adalah sistem agar bagasi bisa cepat sampai pada penumpang saat kedatangan di bandara. Mahasiswa angkatan 2014 ini menambahkan bahwa, untuk peraturan di Indonesia sendiri regulasi bagage handling system diatur dengan ketetapan waktu tunggu 25 – 40 menit.

“Ini sangat berbeda dengan Bandara Changi Singapura yang hanya memerlukan waktu tunggu tujuh menit,” ungkap dia.

Terdapat banyak perbedaan antara Bandara Soekarno Hatta dan Changi. Perbedaan yang mencolok adalah konveyor di Bandara Changi lebih cepat, standar kerja lebih tinggi, dan teknologi lebih canggih.

Perempuan yang juga asisten laboratorium Sistem Manufaktur ini menambahkan bahwa di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3, pada setiap pintu penerimaan bagasi hanya terdapat dua karyawan. Ditakutkan saat pesawat sedang arrival, karyawan pada salah satu pintu konveyor akan kewalahan ketika memindahkan barang bawaan dari dolly (kereta angkut di bandara, red) ke konveyor.

“Dan ketika sedang tidak ramai mereka tidak melakukan apa-apa,” kata mahasiswa yang menjadi Top 5 di perlombaan Industtial Engineering (IE) Universitas Indonesia. Maka dari itu, inovasi manajemen penempatan dan alokasi waktu menjadi solusi di depan mata.

Apa Tanggapan Anda ?