Inovasi Tokoh

Fachri Hamzah, Ciptakan Platform Informasi dan Mentoring Lomba Bahasa Inggris

Siedoo, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta Fachri Hamzah Pangestu memilih untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Konversi berupa karya dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris ini telah berhasil membuat Platform Informasi dan Mentoring tentang Perlombaan bahasa Inggris dalam dua versi berbeda. Program yang diusung Fachri mendapat persetujuan dan dukungan yang sangat besar dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ulyati Retno Sari, M.Hum.

Alasan di balik pemilihan topik ini ialah tentang keberlanjutan dan kebermanfaatannya untuk masyarakat di masa mendatang. Selaku kreator, Fachri menginginkan sebuah program yang bisa berkelanjutan dan tidak hanya dikerjakan pada saat KKN berlangsung saja.

“Saya tidak mau ketika KKN ini selesai, programnya juga selesai. Saya ingin punya program yang bisa berlanjut terus dan bisa berkembang semakin besar walaupun KKN-nya sudah selesai,” kata Fachri kepada Siedoo.com, Senin (10/8/2020).

Platform informasi dan mentoring ini diberi nama The Prodigies. Platform ini menyajikan beberapa informasi mengenai berbagai perlombaan bahasa Inggris. Mulai dari jenis-jenis lombanya, dan tips and tricks-nya.

“Hingga mendatangkan dan mewawancarai orang yang berpengalaman dalam bidang tersebut,” terang Fachri.

Alasan lainnya yaitu berdasar background Fachri yang sudah terjun di dunia perlombaan bahasa Inggris sejak ia masih duduk di bangku SMP. Lomba bahasa Inggris itu masih sering diikutinya hingga sekarang. Saat ini sedang menempuh Program Studi Sastra Inggris, sehingga bahasa Inggris merupakan bidang yang sangat ia gemari dan kuasai.

Dijelaskan Fachri, platform ini dibuat dalam dua versi yang berbeda, yaitu versi audio yang diunggah di podcasts dan versi tulisan yang diunggah di blog. Untuk versi audio bisa diakses di cutt.ly/theprodigies-show dan untuk versi tulisan bisa diakses di theprodigies-id.blogspot.com atau bisa juga berkunjung ke akun Instagram resminya @theprodigies.id.

“Pembuatan dua versi ini bertujuan untuk mengikuti cara belajar orang yang berbeda-beda. Ada orang yang lebih suka membaca daripada mendengarkan, namun ada pula yang sebaliknya,” jelasnya.

Fachri berharap dengan dua versi itu, orang yang mau belajar bisa memilih versi yang mereka suka. Ia pun berharap, apa yang dilakukannya itu bisa berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Khususnya bagi mereka yang hendak mencari informasi seputar perlombaan-perlombaan bahasa Inggris,” pungkas  Fachri Hamzah Pangestu. (*)

Apa Tanggapan Anda ?