Daerah Tokoh

Cegah Hoax Seputar Covid-19, Doktor Lalu Bagikan Platform Khusus

Siedoo, Beberapa berita hoax mengenai informasi dan data wabah ini mulai bertebaran di masyarakat. Itu terjadi setelama hampir dua bulan sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia. Berangkat dari permasalahan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Esri Indonesia berupaya mencegah tumpang tindihnya informasi Covid-19 dengan membagikan platform khusus.

Koordinator Tim Logistik dan Aksi Lapangan Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS, Lalu Muhammad Jaelani, S.T., M.Sc, Ph.D menuturkan, sebelumnya Esri Indonesia telah bekerja sama dengan ITS. Yaitu  sejak tahun 2014 dalam menyediakan lisensi tanpa batas (by request) untuk mahasiswa, dosen dan pihak yang terikat dengan ITS.

Seperti halnya gempa bumi yang terjadi di Lombok tahun 2018 lalu, ITS bersama Esri Indonesia berhasil melakukan aksi tanggap bencana. Salah satunya yang terkait dengan manajemen pembangunan hunian sementara (Huntara) di lokasi bencana.

“Hal ini kami tujukan agar progres pembangunan Huntara ITS saat itu dapat dipantau dan tidak tumpang-tindih,” tuturnya, Rabu (29/4/2020).

Platform Paling Siap

Esri bergerak dalam bidang penyediaan platform pemetaan dan analitika berbasis spasial dengan brand ArcGIS yang meliputi platform desktop, server, mobile dan online. Dosen yang menamatkan pendidikan doktornya di University of Tsukuba, Jepang itu berpendapat bahwa Esri merupakan satu-satunya platform yang paling siap dengan fasilitas yang lengkap.

“Platform tersebut dapat diakses dengan mudah oleh user (end-user) sesuai dengan penyedianya,” ungkapnya.

Seperti halnya pendataan mahasiswa ITS periode 3-5 April lalu, user dapat mengaksesnya pada laman https://arcg.is/TeK8q. Dari hasil survei tersebut didapat data-data keberadaan mahasiswa, kondisi kesehatan, serta riwayat kontak yang dilakukan oleh mahasiswa.

Tanggap Cepat dan Efektif

Diketahui, sebanyak lebih dari 70 persen mahasiswa telah berada di kampung halaman, sedangkan 30 persen lainnya, yaitu 67 mahasiswa masih berada di sekitar kampus ITS. Dari ke-67 mahasiswa tersebut, beberapa diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Solo, Jogja, hingga Malang.

“Ke-67 mahasiswa tersebut pun mengaku memiliki gejala,” ucap dosen Departemen Teknik Geomatika tersebut.

Data tersebut selanjutnya akan dipergunakan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait di ITS dengan koordinasi melalui Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS. Dengan begitu, pihak kampus dapat melakukan aksi tanggap dengan cepat dan efektif. Saat ini, rangkuman data dari survei tersebut beserta informasi seputar Covid-19 dapat dilihat dengan mudah pada https://www.its.ac.id/id/survei-covid-19/.

Doktor Lalu menambahka, platform ini memiliki dua prinsip utama, yakni mudah bagi para surveyor di lapangan, serta cepat dan akurat bagi pengambil kebijakan. Selain itu, platform ini mudah dipantau oleh pihak ketiga, yakni donatur dan lembaga kemanusiaan lainnya.

Akhir penjelasan, Doktor Lalu berpesan agar mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh warga ITS mengikuti protokol keselamatan yang ada.

“Dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggal masing masing, maka wabah ini dapat diatasi dengan baik,” pesannya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?