Opini

Menumbuhkan Keimanan Anak Usia Dini, melalui Kegiatan Sehari-hari

Siedoo, Sudah menjadi tugas orangtua untuk menumbuhkembangkan anak dengan normal sesuai ajaran agama, tanpa mengabaikan kemajuan teknologi. Dalam hal ini, termasuk menumbuhkan keimanan anak yang perlu dimulai sejak dini.

Menumbuhkan fitrah keimanan pada anak bukan hanya sekedar mengajari anak salat, mengaji dan puasa. Lebih dari itu, karena yang paling utama adalah menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah SWT.

Terkadang menumbuhkan kecintaan anak terhadap Sang Pencipta, seringkali terabaikan. Padahal banyak cara dan mudah dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Misalnya, dengan mengajari anak membaca basmallah ketika hendak melakukan pekerjaan, dan membaca hamdallah ketika mengakhiri pekerjaan.

Dirangkum dari berbagai sumber, banyak kegiatan yang bisa orangtua lakukan dalam menumbuhkan keimanan kepada anak-anak sejak dini. Berikut rincian contoh-contoh kegiatan disesuaikan usia anak.

Usia 1 tahun:

  1. Ketika mengajari anak sebuah kosakata baru, selalu tambahkan ‘Allah’: “Nak, ini pohon ciptaan Allah”.
  2. Mau makan, katakan: “Nak, ini makanannya rezeki dari Allah. Yuk sebelum makan ucap bismillah!

Usia 2 tahun:

  1. Ajak anak untuk selalu bertasbih.
    Ketika sedang berjalan kaki bersama anak, ajak anak bertasbih, “subhanallah, subhanallah, subhanallah”. Ini mengajari anak untuk mengisi waktu dengan mengingat Allah.
  2. Biasakan anak menyebut kalimat thoyyibah. Mengajarkan anak kalimat thoyyibah secara tidak langsung kita membiasakan anak untuk berkata yang baik dan menjauhkan dari perkataan yang sia-sia.
  3. Ketika anak menginginkan sesuatu, ajari berdoa.

“Nak, kita berdoa dulu ya? Agar Allah berkenan memberikan kita rezeki berupa roti”.

Mengajari anak untuk selalu berdoa kepada Allah itu seperti kita mengajarkan anak sebuah harapan. Agar anak tak mudah putus asa.

Usia 3 tahun ke atas:

  1. Ajak anak untuk berdzikir diperjalanan. Jika jalanan menanjak, ucapkan takbir. Jika jalanan menurun maka bertasbih.
    Ketika anak naik tangga, “Nak, kita mau naik tangga. Ayo sambil takbir. Allahu Akbar. Allahu Akbar”. Akan terbayang perjalanan itu menyenangkan, tidak sia-sia, mengingat Allah, insha Allah bernilai ibadah.
  2. Ketika anak mulai belajar tentang dunia lebih luas lagi selalu kaitkan dengan Allah dan Alquran.
    Anak belajar tentang langit, awan, angin. Ajak anak buka Alquran. Cari ayat tentang langit, awan, dan angin, dan jelaskan kepada anak. Ingat, biasakan ketika anak bertanya sesuatu maka ambillah Alquran sebagai acuan.
    Alquran bukan ensiklopedia. Kenapa? Agar anak terbiasa dan tertanam bahwa semua persoalan hidup dan apa yang ingin diketahui anak ada jawabannya di dalam Alquran.
  3. Kenalkan kasih sayang Allah. Buat anak sadar bahwa kasih sayang Allah padanya begitu dekat. Jelaskan keistimewaan dan kesempurnaan penciptaan tubuh dan pancaindra anak.
  4. Ajari anak tentang surga dan penghuni surga. Sudahkah kita mengajari anak tentang karakteristik penghuni surga pada anak? Beritahu anak, bahwa penghuni surga gemar melakukan kebaikan, berbicara lembut, beramal shalih, dan sebagainya. Kadang kita menginginkan anak masuk surga tapi kita lupa memberitahu anak seperti apa penghuni surga itu. 
  5. Jadikan alam sekitar anak sebagai laboratorium untuk mengenal Allah.

Ketika melihat tumbuhan, jelaskan pada anak bagaimana Allah menumbuhkan tumbuhan. Katakan pula bahwa buah adalah rezeki yang Allah turunkan untuk manusia, dan sebaginya.

Menumbuhkan keimanan anak seperti membangun sebuah pondasi rumah. Tak nampak dari luar, tapi sungguh menjadi penyangga bagian lainnya. Butuh waktu dan proses yang lama agar menjadi pondasi yang kuat. Jika pondasinya kurang pas, maka ubah lagi bangun lagi, sampai kuat dan bisa menopang bagian lain dari rumah itu.

Jangan pernah menyerah, jangan pernah putus asa dan merasa sia-sia ketika menumbuhkan keimanan untuk anak. Memang memerlukan pengorbanan orangtua. Dan itu menjadi kewajiban orang tua sesuai janji kita kepada Allah SWT.

Ingat, doa anak solehlah salah satu dari amal kita yang tidak putus. Jadi mari kita mendidik keimanan anak-anak kita karena perintah Allah semata. Insha Allah mendapat balasan setimpal, aamiin! (*)

 

 

*Yayan Rusyanto
Pemerhati pendidikan tinggal di Cilacap, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?