Anak-anak bermain permainan tradisional. Saat ini dolanan tradisional mulai jarang ditemui.

Daerah

Dolanan Tradisional Tanamkan Jiwa Kebersamaan


MAGELANG – Dolanan tradisional saat ini mulai jarang ditemui pada diri anak-anak. Mereka cenderung lebih suka bermain dengan telepon genggam, melihat televisi dan peralatan elektronik canggih lainnya. Untuk menumbuhkan kembali semangat dolanan tradisional di kalangan anak-anak, warga sekitar Kali Blongkeng, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang menggelar Festival Kali Blongkeng ke 3.

Festival ini diikuti ratusan anak-anak desa sekitar. Berbagai perlombaan yang digelar yaitu lomba egrang, bakiak, mewarnai, tarik tambang, catur, gobak sodor, balap karung dan bas-basan. Selain lomba, panitia juga menggelar Festival Anak Sholeh, terdiri dari lomba wudlu, lomba azan dan lomba hafalan surat pendek.

“Kami harapkan, festival ini bisa mewujudkan semangat guyub rukun pemuda pemudi Desa Blongkeng. Mari kita dukung bersama-sama,” ujar Camat Ngluwar Kunta Hendradata.

Dolanan anak dinilai bukan sekedar permainan. Namun, juga sebuah permainan yang melatih motorik anak dan mampu menanamkan jiwa kebersamaan dan semangat gotong royong. Dolanan anak juga dinilai bisa menjadi media penanaman budi pekerti dan pendidikan karakter yang baik.

Panitia Festival Kali Blongkeng Kelik Safii Ghozali menjelaskan, festival kali ketiga ini mengangkat tema “Merawat Alam Melestarikan Tradisi”. Melalui kegiatan ini panitia mengangkat kembali pamor dolanan anak, yang kini kalah dengan sinetron, dan game online. Menurut dia, banyak dampak buruk bagi anak ketika sering nonton TV dan bermain game.

“Anak-anak menjadi tidak peduli lingkungan,” jelas dia.

Apa Tanggapan Anda ?