Ajarkan berbagi sejak dini, Lazismu Kota Magelang membagikan Kencleng Filantropis.

Daerah

Kencleng Filantropis Cilik, Bangun Kesadaran Berbagi Sejak Dini


MAGELANG – Mengajarkan anak agar mau ikut berbagi terhadap sesama bisa dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang dilakukan Lembaga Amal Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) ini bisa dicontoh.

Para anak diajak untuk berbagi sejak dini melalui program khusus, yaitu Kencleng Filantropis Cilik (KFC). Program tersebut merupakan kotak infaq untuk melatih berinfaq para siswa yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatannya setiap siswa mendapatkan kencleng yang dibawa ke rumah untuk diisi uang koin atau kertas.

“Setiap bulan sekali KFC yang terkumpul akan dihitung di sekolah. Hasilnya didayagunakan oleh Lazismu dan sekolah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi,” kata Manajer Operasional Lazismu Kota Magelang Fikriadi, saat sosialisasi program Kencleng Filantropis Cilik di TK Aisyiyah 1 Kota Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Fikriadi, hal ini merupakan tindak lanjut program nasional Lazismu pusat. Kegiatan bertujuan untuk mengajak kerjasama dengan sekolah, sebagai wadah yang dapat membangun kesadaran berbagi sejak dini.

“Dengan adanya Kencleng Filantropis, diharapkan dapat membantu sekolah dalam menanamkan kesadaran peduli sesama yang menghasilkan kebahagiaan dan rasa syukur,” terang Fikri di hadapan wali murid.

Sejumlah wali murid yang hadir tampak antusias dalam kegiatan yang bersamaan dengan agenda pengenalan sekolah tersebut. Kepala TK Aisyiyah 1 Kota Magelang Ana menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang terjalin antara sekolah dan Lazismu Kota Magelang.

Alhamdulillah semua wali murid mendukung dan mudah-mudahan tetap terjaga sampai kapanpun,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan 80 Kencleng Filantropis Cilik dari Lazismu Kota Magelang kepada TK Aisyiyah 1 Kota Magelang.

“Anak saya kan suka jajan, jadi kalau mengisi kencleng, selain untuk bersedekah juga bisa mengajarkan untuk menabung,” kata salah satu wali murid Yakalina, seusai kegiatan sosialisasi.

Apa Tanggapan Anda ?