Daerah

Tangani Traumatik Pascabencana, UNM Gandeng ABKIN Sulsel

MAKASSAR – Mengatasi anak yang mengalami trauma pascabencana memerlukan konselor ahli. Agar menjadi konselor ahli dan dan siaga bencana, seorang konselor perlu mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh lembaga-lembaga terkait. Misalnya, perguruan tinggi atau ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).

Seperti dilakukan Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pengurus Daerah (PD) ABKIN Sulawesi Selatan. Mereka menggelar Training of Trainer (TOT) bagi Konselor, di Laboratorium BK, Kampus Tidung UNM, Makassar. TOT kali ini mengambil tema ‘Konseling Traumatik Pascabencana’.

Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) UNM selaku penyelenggara TOT melibatkan 40 peserta. Ketua panitia, Suciani Latif menjelaskan, peserta tersebut dari relawan BK dan guru BK di Sulawesi Selatan  (Sulsel) yang menerima siswa sit in (pindahan sementara) dari Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini bertujuan agar para peserta sebagai konselor dapat menjadi konselor ahli dalam mengatasi anak yang mengalami trauma pascabencana. Seperti bencana yang terjadi di Palu-Donggala

“Bencana berupa gempa, banjir, dan longsor mengakibatkan banyak korban meninggal dan luka. Sehingga, menimbulkan trauma pada anak yang menjadi korban bencana itu,” kata Suciani Latif.

Sementara Dekan FIP UNM mengatakan, materi yang diberikan fokus pada konseling trauma pascabencana. Diharapkan nantinya peserta dapat menjadi konselor yang siap siaga ketika berhadapan dengan anak yang mengalami stres akibat trauma bencana yang dihadapinya. Harapan itu disampaikan seperti dilansir dari unm.ac.id.

Pemateri pertama dari UNICEF Makassar Dessy Susanty tentang Perlindungan Anak Dalam Situasi Bencana dan Etika Menghadapi Anak, kemudian  materi Konseling Traumatik Teknik Dan Konseling Pasca Bencana Serta Manajemen Penanganan Kasus oleh Dr. Nandang Rusmana, M.Pd dari UPI Bandung. Di sesi terahkir berupa praktik dan pendampingan konseling traumatik.

Kegiatan TOT ini akan menjadi bekal bagi Guru BK dan para relawan BK dalam menangani masalah traumatic. Para peserta akan ditugaskan di pengungsian Asrama Sudiang, Pengungsian Antang dan beberapa tempat pengungsian untuk pendampingan dan memberikan konseling traumatik. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?