Teknologi

1.113 Peserta Berkompetisi Mendesain Jembatan di Petra Civil Expo 2019

SURABAYA - Sebanyak 1.113 peserta mengikuti lomba membuat maket jembatan dan struktur bangunan dalam kegiatan ‘Petra Civil Expo’ (PCE) 2019. Lomba digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra di Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Panitia PCE 2019 Florentcia Hartono mengatakan, 1.113 peserta tersebut berasal dari mahasiswa perguruan tinggi maupun siswa SMA di Indonesia.

“Kompetisi skala nasional ini menghadirkan tiga kategori lomba yaitu Bridge Competition (BC), Earthquake Resistant Design Competition (ERDC) dan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB),” katanya dilansir antaranews.com.

Pada kompetisi bertema Be Impactful for Development masing-masing kelompok terdiri dari satu hingga tiga orang, yang telah melewati proses penyisihan sebelumnya. Sedangkan pada babak final untuk kategori BC tercatat 10 tim SMA dan 25 tim universitas yang berlaga.

Dilansir duta.co, untuk kategori ERDC dalam babak final akan ada 10 tim universitas yang bersaing dan kategori LKTB akan ada 10 tim universitas. Hari pertama, para peserta diminta untuk membuat karyanya on the spot selama kurang lebih enam jam lamanya.

“Diharuskan menggunakan bahan-bahan yang disediakan panitia, antara lain kayu balsa dan lem,” ujar Florentcia Hartono.

Pada hari pertama juga, para peserta lomba BC diajak untuk memahami efisiensi sebuah jembatan, harus dibangun dengan kuat. Serta dengan biaya seminim mungkin dan menghasilkan struktur jembatan yang kuat, efisien dan inovatif.

Sementara untuk ERDC mengajak peserta mendesain struktur bangunan yang tahan gempa. Berbeda dengan kompetisi LKTB, di hari ini para peserta hanya diminta untuk mempresentasikan saja mengenai bahan beton yang digunakan.

Sedangkan hari ketiga akan dilakukan pengujian atas karya yang telah mereka buat sebelumnya. BC diuji ketahanannya dengan cara diberi pembebanan dan diukur efisiensinya. Sedangkan ERDC diuji ketahanannya terhadap gempa menggunakan mesin simulasi gempa.

“Rata-rata pengujian baik pembebanan maupun penggetaran ini setiap maket para peserta akan dipasangi beban seberat kurang lebih 1 kilogram secara bertahap,” kata Florentcia dilansir suarasurabaya.net. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?