Daerah

Demi UNBK, 24 Siswa MA Miftahul Jannah 'Terjang' Sungai Empat Jam

BARITO SELATAN – Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, tak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Sehingga, siswanya dalam menemupuh ujian tersebut harus bergabung dengan MAN Barito Selatan.

Tidak bisa melaksanakan mandiri, karena terkendala suplai listrik, jaringan internet, dan perangkat komputer. Untuk mencapai MAN tersebut tidaklah mudah butuh waktu empat jam dan harus menyeberangi sungai.

“Kami harus menempuh perjalanan selama tidak kurang dari empat jam menyeberangi Sungai Barito menggunakan kelotok,” ujar Kepala MA Miftahul Jannah, Tamjidinor dilansir dari kemenag.go.id. 

Kelotok merupakan kapal kayu berukuran kecil yang biasa digunakan penduduk setempat untuk menyebrangi Sungai Barito. Arus sungai ini cukup kencang serta ruang kelotok yang sangat terbatas, membuat perjalanan yang harus ditempuh, jauh dari kata nyaman.

“Tapi hanya transportasi air satu-satunya andalan kami untuk mencapai Buntok. Kalau tidak, anak-anak tidak bisa ikut UNBK,” tuturnya.

Ada 24 MA Miftahul Jannah yang harus “hijrah” dalam menempuh tempat ujian tersebut. Padahal menurut Tamjidinor, biaya perjalanan Mengkatip-Buntik terbilang tidak murah.

“Tapi hanya itu alternatif terbaik untuk meluluskan anak didik madrasah kami,” ucapnya.

MA Miftahul Jannah dalam melaksanakan UNBK bergabung dengan MAN Barito Selatan tak sendiri. Masih ada sekolah lainnya, seperti MA Darul Huda Babai, MA Darul Ulum Bangkuang, MA Sabilarrasyad Batampang, MA Mamba’ul Ulum Talio, dan MA Hidayatus Shibyan.

Tak hanya masalah biaya transportasi, MA Miftahul Jannah juga harus berjuang untuk mencukupi biaya penginapan serta makan para siswa selama melaksanakan UNBK.

“Karena keterbatasan dana, sebagian siswa kami titipkan ke rumah warga di Buntok. Memang kami memerlukan biaya mahal untuk menuju lokasi UNBK, tapi hanya itu yang bisa kami lakukan,”papar Tamjidinor.

“Hikmah dari ini semua, 24 siswa kami bisa bersama-sama belajar sebelum menghadapi ujian,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK tingkat SMA dan MA tahun ajaran 2018/2019 di SMA Muhammadiyah 2 Semarang terpaksa diundur karena sejumlah komputer terkena virus. Itu terjadi pada hari pertama, Senin (1/4/2019).

"Komputer-komputer di SMA Muhammadiyah 2 terkena virus, akhirnya "diunlock" semua dan jadwal UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia dipindah menjadi 15 atau 16 April 2019," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sulistyo dilansir dari kompas.com.

Akibat hal tersebut sebanyak 23 siswa SMA Muhammadiyah 2 terpaksa tidak bisa melaksanakan UNBK pada hari pertama.

Ia menjelaskan pada hari pertama UNBK tingkat SMA/MA, peserta ujian di SMA Muhammadiyah 2 Semarang sempat mengalami kesulitan saat akan mengakses komputer.

"Karena dikhawatirkan peserta kehabisan waktu dalam mengerjakan soal ujian, maka diputuskan ditunda," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan UNBK SMA/MA digelar tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?