Mengerjakan UNBK

Mengerjakan UNBK. foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/Rei/pd/15

Daerah

Penjelasan Pakar tentang Peluang Soal UNBK Bocor


SIDOARJO – Meski Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan teknologi, tidak menutup kemungkinan soal atau jawaban pada mata pelajaran yang diujikan tetap terjamin kerahasiannya. Peluang bocornya soal kecil. Sebab, bisa saja ada hacker yang nakal. Tetapi, untuk bisa membobol jaringan butuh waktu yang tidak sedikit.

Sebagaimana ditulis di Tribunnews, Pakar IT Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jawa Timur, Arif Senja Fitrani menuturkan, Kemendikbud kabarnya telah mengenkripsi soal-soal yang digunakan pada UNBK.

Namun, setiap enkripsi pasti bisa dilakukan dekripsi. Salah satunya dengan mengetahui algoritma data untuk memecahkan pola enskripsinya.

“Tapi jika ada hacker yang berulah, sangat kecil kemungkinan mengambil cara tersebut. Karena mendekripsi data yang sudah terenskripsi itu butuh waktu,” tuturnya.

Enskripsi data, bisa dilakukan dengan dua pola. Pertama, mengenkrispi paket soal pada saat sinkronisasi dari server pusat ke server lokal. Kedua, mengenkripsi isi soal UNBK pada saat distribusi dari server pusat.

“Kalau menggunakan cara kedua lebih kuat keamanannya. Tetapi tingkatan enkripsi jenisnya banyak. Mulai dari 16, 32, 64, 128 dan kelipatan seterusnya,” tuturnya.

Pada saat sinkronisasi menggunakan jaringan internet, peluang untuk meretas terjadi. Sebab, pada saat itu server pusat dan server lokal menggunakan jaringan internet publik yang siapapun bisa masuk dan memotongnya.

“Tidak hanya soal UNBK. Nilai ujian juga bisa dipotong saat proses pengiriman ke server pusat berlangsung dan itu terbukti pernah terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sungailiat, Kepulauan Bangka Belitung, Harsiah menilai kecil kemungkinan soal-soal dan jawaban soal UNBK bocor. Itu karena soal baru bisa diakses langsung secara online saat ujian dimulai.

“Kalau ujian nasional saya rasa kecil kemungkinan untuk bocor karena inikan langsung, soalnya online. Jadi begitu mereka dapat token mereka baru dapat soal,” katanya sebagaimana ditulis Bangkapos.

Ia juga menanyakan pada anak didiknya usai mengikuti UNBK hari pertama. Mereka mengatakan soal-soal dan jawaban UNBK lumayan sulit.

“Kalau UN bocor dengan CBT saya rasa kecil kemungkinan untuk bocor, karena setiap soal itu antara si A dengan si B pasti beda soalnya. Kami juga nggak tahu soalnya bagaimana,” kata Harsiah.

Apa Tanggapan Anda ?