Sebanyak 12 Tim PKM UNTIDAR jalani simulasi jelang monev di UNNES.

Daerah

12 Tim Bersaing ke Pekan Ilmiah Nasional

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sebanyak 12 Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar Magelang (UNTIDAR) mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) PKM DIKTI tahun 2017. Mereka bersaing menjadi yang terbaik dari tim PKM berbagai provinsi di Indonesia. Tim PKM UNTIDAR ini akan mengikuti Monev PKM Dikti tahun 2017 bersama 18 perguruan tinggi negeri (PTN) / perguruan tinggi swasta (PTS) lain pada Kamis-Jumat (20-21/7/2017) di Auditorium Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung Prof. Wuryanto. Hasil monev ini akan menentukan tim PKM yang akan maju ke Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makasar, Sulawesi Selatan pada Agustus 2017 mendatang.

Sebelum berangkat ke UNNES, 12 tim PKM UNTIDAR menggelar simulasi terlebih dahulu. Mereka melaksanakan simulasi monev di Ruang E2.02.03 Gedung Fakultas Teknik, UNTIDAR. Simulasi ini merupakan persiapan monev PKM DIKTI tahun 2017 yang akan dilaksanakan di UNNES.

“Setiap tim PKM diwajibkan membawa draf laporan kemajuan, dokumentasi baik video maupun foto, produk, katalog atau brosur. Mereka juga diberi kesempatan selama 10 menit mempresentasikan PKM masing-masing dalam bentuk Power Point maksimal 10 slide di depan pemonev,” kata Xander Salahudin ST MEng, Tim Pendamping PKM UNTIDAR.

Dari 12 tim PKM, ada juga Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) yang tampil. Yaitu, tim PKMT Mesin Pemipih Adonan pada Proses Produksi Emping Singkong dan tim PKMT Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi Dengan Metode Momen Putar.

Ketua Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) Mesin Pemipih Adonan pada Proses Produksi Emping Singkong, Ari Aprianto menjelaskan, timnya siap melaporkan 80 % hasil PKM. Semuanya sudah siap hanya alat kurang beberapa komponen dan uji coba yang perlu disempurnakan.

“Sehingga alat pemipih emping singkong ini bekerja maksimal,” katanya.

Mesin pemipih ini berpotensi meningkatkan produksi penghasil emping singkong di Dusun Karangrejo, Blokeng, Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rata-rata per harinya, setiap produsen hanya menghasilkan 2 kg emping dalam 5 jam, jika menggunakan sistem manual.

“Dengan mesin ini, 2 kg emping bisa dikerjakan dalam waktu ½ jam saja. Dengan demikian pastinya menghemat tenaga, waktu serta meningkatkan penghasilan masyarakat,” urainya.

Rangga Asmara SPd M.Pd, Pemonev pada simulasi PKM menjelaskan, materi yang disajikan setiap tim masih perlu dilengkapi lagi. Sebagian besar masih harus melengkapi data laporan, misalnya hasil produk serta dokumentasi pelengkap.

“Mereka hanya membaca apa yang ditayangkan di slide bukan mempresentasikannya. Sehingga terpacu pada catatan atau tulisan di slide saja,” jelasnya.

Dari total 12 tim PKM UNTIDAR yang akan berangkat ke UNNES untuk Monev PKM DIKTI tahun 2017, diantaranya terdiri dari 2 Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) yaitu tim PKMT Mesin Pemipih Adonan Pada Proses Produksi Emping Singkong dan tim PKMT Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi Dengan Metode Momen Putar. Empat Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yaitu tim PKMK Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Dan Gedebog Pisang Sebagai Media Tanam “Jibog” Di Kabupaten Jepara, PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda, PKMK Hotel Jamu Si Ompong (Homestay Karantina Sumber Laba Jasa Penggemukan Domba Potong, dan PKMK Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi.

Dua Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) yaitu PKMM Mitigation Of Landslides In Totogan (Milanta) : Pendidikan Pencegahan Bencana Tanah Longsor Terhadap Masyarakat Di Desa Rawan Bencana dan PKMM Pendidikan Karakter Bagi Anak Untuk Memperkuat Jati Diri Dan Cinta Indonesia Dengan Metode Pala Kancil (Pameran Dolanan Edukasi Anak Kecil) Di Kampung Karanggading Kota Magelang, satu Program Kreatifitas Mahasiswa Karsacipta (PKMKC) yaitu PKMKC PLTBM (Pembangkit Listrik Tenaga Bandul Magnetis) Dengan Mengimplementasikan Konsep Gerak Harmonik Sederhana.

Selain itu juga satu Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE) yaitu PKMPE Spray Gapipa “Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal”. Ada juga dua Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKMPSH) yaitu PKMPSH Pengaruh Keberadaan Pabrik Terhadap Perkembangan Konservasi Lingkungan Masyarakat Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang dan PKMPSH Penerapan Community Based Tourism (Cbt) Di Desa Wisata Candirejo Borobudur Mewujudkan Kemandirian Desa.

Apa Tanggapan Anda ?