Salah satu narasumber menyampaikan materi di hadapan mahasiswa. PWI Kota Magelang mengajak mahasiswa meningkatkan budaya literasi.

Daerah

Wartawan Ajak Mahasiswa Wujudkan Budaya Literasi


MAGELANG – Upaya untuk menumbuhkan budaya literasi kembali dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Tidar Magelang menerima materi jurnalistik dari para wartawan. Melalui pelatihan, para mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa Mata Untidar diharapkan bisa semakin berkreasi dalam menulis berita kampus.

Materi yang disampaikan diantaranya seputar Penulisan Opini, Penulisan Feature, Liputan Mendalam. Tidak ketinggalan juga materi tentang Fotografi, yang didatangkan langsung dari Temanggung, Jawa Tengah. Pelatihan diisi para angggota PWI, yang merupakan wartawan senior dan fotografer handal.

“Tidak hanya kali ini saja mengisi materi jurnalistik kepada mahasiswa. Sebelumnya, PWI juga mendampingi siswa SMK terkait kegiatan tulis – menulis,” ujar Bidang Pendidikan PWI Kota Magelang Asef Farid Amani.

Ia menjelaskan, PWI memiliki beberapa program bidang kerja. Pelatihan jurnalistik merupakan salah satu program dibawah naungan langsung Bidang Pendidikan. Sharing ilmu pengetahuan adalah salah satu tujuan agar PWI bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat.

Asef memiliki harapan kepada pihak-pihak lain juga bisa bersama – sama memajukan budaya literasi di Magelang. Salah satu caranya dengan mengedepankan budaya menulis yang baik.

“Melalui menulis, budaya literasi bisa ditumbuhkembangkan secara bersama,” kata dia.

Workshop jurnalistik ini berlangsung selama tiga kali pertemuan. Pertama pada Jumat (9/3/2018), Sabtu (10/3/2018) dan terakhir evaluasi materi tulisan direncanakan pada Sabtu (17/3/2018).

“Sebelum memberikan materi kepada para mahasiswa Untidar, PWI juga memberikan materi ke siswa SMK Muhammadiyah Bandongan. Pendampingan jurnalistik ini diberikan kepada siapa saja yang mau belajar menulis secara bersama,” katanya.

Filla Adyarti, salah satu Pengurus LPM Mata Untidar menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dalam pembuatan produk jurnalistik. Penulisan mahasiswa l selama ini tidak jauh dari berita straight news.

“Padahal, jurnalistik itu luas tidak hanya mengenai straight news saja. Workshop ini sebagai batu loncatan mereka untuk membuka wawasan lebih luas lagi mengenai kejurnalistikan,” urai Filla.

Apa Tanggapan Anda ?