Dosen Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Zaki Yamani (bertopi) saat di salah satu sekolah di Sumba Barat Daya. (foto: humas ITTP)

Daerah

Dosen ITTP Kupas Persoalan Pendidikan di Sumba Barat Daya NTT


SUMBA – Dosen Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Zaki Yamani, terlibat dalam kegiatan penelitian di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas inisiasi William and Lily Foundation beserta Lembaga Lanskap Indonesia.

Dalam peneletian yang mengambil tema “Needs assessment pendidikan SMK dan pelatihan Vokasi (BLK) tersebut, menurutnya, penting dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan kejuruan serta memotret persoalan dan tantangan link and match antara pendidikan kejuruan dengan dunia industri.

Seperti diketahui Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sumba Barat sejak tahun 2007.

“Percepatan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya terus dilakukan dalam berbagai aspek, tidak terkecuali aspek pendidikan. Kaitannya dengan pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan Sumba Barat Daya memiliki 35 SMK dan 2 BLK (Balai Latihan Kerja),” jelasnya.

Dia juga menambahkan, tujuan dari dilakukanya kajian Needs assessment ini salah satunya adalah untuk memberikan rekomendasi secara komprehensif kepada stakeholder terkait untuk memastikan proses penyediaan “supply” (lulusan SMK) benar-benar merepresentasikan kebutuhan dunia usaha dan industri (demand).

Disisi lain peran BLK (Balai Latihan Kerja) perlu didorong untuk mampu mengoptimalkan perannya sebagai lembaga pelatihan ketrampilan khusus daerah untuk masyarakat secara gratis, kredible dan berkualitas.

“Tentu hal tersebut membutuhkan input yang tidak sedikit, seperti penyediaan instruktur yang memiliki kompetensi dan pengalaman, dukungan sarana prasarana yang memadai serta memastikan lulusan pelatihan ketrampilan khusus online dengan industri di Sumba Barat Daya,” tandasnya.

Untuk menuju ke arah peningkatan kualitas lulusan pelatihan ketrampilan khusus melalui BLK tersebut, minimal harus memenuhi standar BLK yang sudah tertuang dalam peraturan menteri tenaga kerja No 8 Tahun 2017 tentang Standar Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca Juga :  Smart Room Karya Mahasiswa Telkom, Solusi Pengunci Kamar Kost

Sementara itu menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITTP Danny Kurnianto S.T., M.Eng kegiatan  yang  dilakukan Zaki bisa menjadi pemecah masalah yang sering timbul di masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Semoga pengalaman yang didapat oleh mas Zaki bisa bermanfaat sekaligus pendorong teman – teman dosen lainnya,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot