Inovasi Tokoh

Antisipasi Kriminalitas, Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Tombol Darurat

Siedoo, Berawal dari pengalaman pribadi, muncullah sebuah gagasan inovatif. Seperti yang dialami salah satu mahasiswa program studi S1 Teknik Informatika kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), Banyumas, Jawa Tengah Novandi Prasetyo Putro.

Ia melihat fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat. Salah satunya adalah tindak kejahatan (kriminalitas) masih sangatlah tinggi dan sering ditemukan dimana - mana.

"Kenyamanan dan kemananan merupakan hal yang harus diciptakan oleh kita selaku bagian dari masyarakat. Pihak yang berwenang harus dengan cepat mengerti ketika terjadi kondisi seperti itu," ujarnya.

Dari kondisi seperti itulah, ia memiliki keinginan untuk menciptakan salah satu aplikasi berbasis android mobile. Terlebih lagi saat ini ia kuliah di kampus teknologi yaitu kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

"Karenanya perlu sebagai pengembangan diri saya, menciptakan aplikasi yang bisa digunakan secara massal oleh masyarakat. Utamanya adalah masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas," jelasnya.

Emegency button atau tombol darurat berbasis mobile android berhasil diciptakan dan pengujian aplikasi ini melibatkan beberapa dosen yang memang memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan aplikasi berbasis android mobile. Sehingga aplikasi ini memiliki keunggulan karena telah diuji oleh pakarnya.

Mahasiswa program studi S1 Teknik Informatika ini menambahkan, untuk membuat sistem ia membutuhkan beberapa tools. Yaitu android studio, jaringan internet yang stabil agar bisa membantu kelancaran dalam menentukan lokasi dalam GPS, dan untuk metode yang digunakan dalam aplikasi ini sendiri menggunakan metode Rapid Development System (RAD) dan Location Based Service (LBS).

RAD adalah metode yang mengutamakan kecepatan dalam pengembangan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sedangkan LBS adalah layanan informasi yang memanfaatkan kemampuan untuk menggunakan informasi lokasi dari perangkat bergerak dan dapat diakses dengan perangkat bergerak melalui jaringan telekomunikasi bergerak.

"Terdapat lima komponen dalam LBS yaitu : Mobile devices, communication network, positioning component, service and application, data and content provider yang nantinya akan terkonfigurasi dengan sistem aplikasi android mobile emergency tombol," tambahnya.

Salah satu dosen pembimbing Muhammad Fajar Sidiq S.T., M.T., menjelaskan secara konsep dari aplikasi yang diciptakan oleh Novandi adalah menarik. Selain bisa menolong orang dengan kecepatan teknologi komunikasi, juga membantu pihak berwenang bisa secara real time mengetahui bantuan pertolongan dari masyarakat yang memerlukan.

“Harapannya aplikasi ini bisa diimplementasikan untuk masyarakat umum. Khususnya masyarakat yang berada di sekitar Kabupaten Banyumas. Kami siap untuk berkolaborasi mengembangkan aplikasi ini bersama pemerintah setempat,” kata dia. (*)

Apa Tanggapan Anda ?