Pemberkasan CPNS. foto: menpan.go.id

Nasional

Sekretaris KemenPAN-RB : PNS Tak Cukup Bermodal Nilai Akademik

DPRD Kota Magelang

JAKARTA – CPNS maupun PNS, termasuk di dalamnya tenaga pendidik, tak cukup bermodal dengan nilai akademis. Sebagai penyelenggara negara, abdi negara dituntut memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan, serta kemampuan lain yang menunjang dalam jabatan yang dilamar.

“Mereka yang pintar juga harus punya tanggung jawab, disiplin, dan yang paling penting memiliki wawasan kebangsaan dan integritas,” kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Dwi Wahyu Atmaji dilansir dari menpan.go.id.

“Orang pintar kalau tidak punya integritas, daya merusaknya lebih besar,” tambahnya.

Ditandaskan, para CPNS yang diterima hingga tahap ini adalah yang mampu dan memiliki komitmen kuat. Ia pun mengajak semua peserta untuk membangun birokrasi Indonesia yang lebih baik.

“Ini sebuah arena pengabdian bagi adik-adik semua,” tegasnya.

Di tengah dunia sedang menghadapi gelombang globaliasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat ini, tantangan juga semakin kompleks. Di era ini, kritik terhadap pemerintah sering kali dibungkus dengan berita bohong atau hoaks. Untuk itu, ia mengajak para PNS untuk tidak ikut menyebar berita bohong.

“ASN tidak menjadi bagian dari masalah tapi bagian dari yang memecahkan masalah. Jangan ikut-ikutan menyebarkan hoaks!” imbuhnya.

Apalagi, mereka diseleksi secara ketat mulai dari tahap administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang terdiri dari beberapa bagian. Dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan pada SKD dan SKB, tidak ada celah kecurangan sama sekali sebab nilai peserta langsung muncul setelah selesai mengerjakan tugas. Keamanan soal pun dijamin dengan sistem keamanan yang dienkripsi oleh tiga instansi pemerintah.

Di sisi lain, melansir dari tribunnews.com, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengumumkan hasil akhir seleksi pengadaan CPNS 2018 di lingkungan kementerian setempat, termasuk Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai unit kerja kementerian tersebut.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph D mengatakan, pengumuman hasil akhir seleksi pengadaan CPNS 2018 dapat diakses di web kementerian itu.

Sebagaimana rincian formasi yang telah disampaikan pada saat awal pendaftaran, Unhas memiliki alokasi 61 dosen yang tersebar untuk 58 prodi S1. Setelah melalui serangkaian tes baik dalam bentuk seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetisi bidang (SKB) hanya 58 formasi yang bisa terisi. Ada 3 formasi yang tidak terisi yaitu S3 Farmasi, S3 Teknik Lingkungan dan S2 Teknik Informatika.

Dari jumlah yang diterima sebanyak 58 dosen tersebut, satu prodi S1 mendapatkan alokasi masing-masing satu kecuali prodi pendidikan kedokteran ada dua (satu berpendidikan S2 dan satu berpendidikan S3). Demikian juga halnya dengan prodi Teknik Sipil dimana ada dua formasi yaitu satu dengan latar pendidikan S2 dan 1berpendidikan S3.

Jadi dari 58 orang tersebut ada 2 formasi yang diisi oleh lulusan S3 (satu lulusan S3 Tokyo Institute of Technology dan satu lulusan S3 Kyushu University, Jepang).

Ketua Panitia Seleksi Unhas, Prof Dr Nasaruddin Salam, MT yang juga Sekretaris Universitas, menyampaikan kepada 58 dosen CPNS yang diterima tersebut untuk segera mempersiapkan berkas.

Kelengkapan berkas dan dokumen persyaratan dapat dilihat pada website kemenristekdikti pada laman https://cpns.ristekdikti.go.id.

"Seluruh berkas/dokumen persyaratan harus diterima panitia seleksi Unhas paling lambat 25 Januari 2019. Silahkan menghubungi sekretariat Pansel Unhas di Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) lantai 5 Gedung Rektorat. Selain itu, diingatkan bahwa seluruh proses penerimaan CPNS ini tidak dipungut biaya," kata Nasaruddin Salam. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang