sumber: ui.ac.id

Inovasi

Jempol, Akademisi UI Luncurkan Aplikasi Keselamatan Pasien

SMP Mutual Kota Magelang

Siedoo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) membuat terobosan baru di bidang kesehatan. Lewat tim peneliti dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas (IKK) meluncurkan sebuah aplikasi Android, “Aplikasi Keselamatan Pasien di Puskesmas (AKPP)”.

“Kami sebagai tim peneliti ingin mengembangkan sebuah tool untuk membantu Puskesmas membangun kebiasaan budaya keselamatan pasien,” ujar ketua tim, Herqutanto dilansir dari ui.ac.id.

Aplikasi ini dibuat dan dikembangkan 5 orang dokter FKUI. Yaitu, DR. Dr. Herqutanto, MPH., MARS, DR. dr. Boy Sabarguna, MARS, dr. Levina Chandra Khoe, MPH, Ajeng Pramastuty, ST. Msi., dan Rafli Filano, ST. Msi.

Aplikasi yang telah diluncurkan di Google Play Store pada 16 November ini adalah hasil penelitian dari tim Fakultas Kedokteran UI (FKUI) tentang “Perangkat Lunak Patient Safety Berbasis Smartphone untuk Puskesmas”. Sasaran utama aplikasi ini adalah para staf Puskesmas.

Ditandaskan, dengan mengunduh, menggunakan dan mengimplementasikan aplikasi ini di Puskesmas, diharapkan para staf dapat lebih baik dalam menerapkan standar keselamatan pasien.

“Sehingga dapat mengurangi kematian karena kesalahan medis,” tambahnya.

Dalam aplikasi ini, staf Puskesmas akan selalu diingatkan oleh aplikasi tentang semua indikator yang diperlukan untuk sebuah standar keselamatan pasien sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 46 tahun 2015

Selain itu, staf Puskesmas juga dapat mengunggah dokumen ke aplikasi ini dan mengunduhnya kembali kapanpun mereka butuhkan dimasa mendatang. Staf juga dapat memantau perkembangannya sendiri (self-assessment) sesuai dengan daftar indikator keamanan.

“Mereka juga dapat menerima umpan balik dalam hal skor akreditasi, baik dalam hal indikator, ataupun skor total,” jelasnya.

Selain itu, staf Puskesmas yang merupakan user aplikasi ini akan memperoleh saran serta usulan perbaikan secara otomatis apabila nilai skor belum mencapai sempurna. Untuk mendukung penggunaan aplikasi ini, FKUI telah melakukan sosialisasi terhadap 30 praktisi medis dari berbagai Puskesmas di Jakarta, yang secara langsung mengunduh aplikasi tersebut.

“Walaupun aplikasi ini baru mencakup keselamatan pasien, dan belum meliputi seluruh kriteria akreditasi. Aplikasi ini telah mendapatkan pujian besar dari komunitas medis karena menggambarkan standar akreditasi keselamatan pasien dengan sangat baik,” jelasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Tagged