Penyuluhan terkait pengolahan sampah yang dilakukan oleh Tim Pengmas UI. I foto : ui.ac.id

Inovasi Nasional

Sampah Disulap Menjadi Pakan Ikan dan Pupuk

Iklan SMA Mutual

Siedoo, Inovasi-inovasi dari akademisi terus berkembang. Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI) menerapkan konsep Circular Economy pada sampah. Rancangannya adalah Sistem Aquaponik.

Sistem yang diusung tim yang beranggotakan Mufti Petala Patria, Wildan Maulana (FMIPA) dan Hapsari Setyowardhani (FEB) merupakan sistem pengintegrasikan penguraian limbah organik kantin dengan bantuan larva (maggot) Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens.

Ketua Tim Pengmas, Mufti menuturkan, untuk kelancarandan keberlangsungan asupan sampah sebagai pakan dari maggot, pihaknya telah melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemilahan sampah kepada para petugas kebersihan atau cleaning service yang bertugas membersihkan dan mengumpulkan sampah di kantin FMIPA-UI, belakangan ini.

“Diharapkan program ini dapat berkontribusi yang signifikan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sampah organik yang telah diolah akan bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk luaran yang bernilai tinggi dan menyuburkan tanaman di sekitar,” ujar Mufti dilansir dari ui.ac.id.

Sampah organik dari kantin diurai menggunakan maggot yang mampu memakan sampah sampai lima kali berat tubuhnya per hari. Maggot tersebut setelah 14 hari akan berubah menjadi pre-pupa yang dapat digunakan sebagai pakan ikan. Air media pemeliharaan ikan ini dipompa untuk mengairi sayuran pada sistem aquaponik.

Kantin FMIPA UI dipilih untuk dikelola limbahnya. Kantin FMIPA UI pada hari kerja dapat menghasilkan sampah organik sebanyak 3-4 ember bekas cat 20 liter.

Sampah tersebut kemudian dimasukan dalam tempat pemeliharaan maggot dengan sistem ember susun dan biopond. Maggot bila telah menjadi pre-pupa atau pupa dapat langsung dijadikan makanan ikan nila, patin atau lele.

Air pemeliharaan ikan tersebut yang banyak mengandung feses dialirkan ke media tanam aquaponik dengan sistem pasang surut yang berisi tanaman kangkung. Sisa sampah beserta kotoran maggot yang dikenal dengan kasgot dapat pula digunakan sebagai pupuk bernutrisi tinggi.

Sehingga dapat disimpulkan dengan sistem ini, sampah kantin dapat menghasilkan ikan, sayuran dan pupuk. Sampah dan limbah dari aktivitas atau kegiatan manusia saat ini menjadi permasalahan yang dihadapi oleh seluruh wilayah di dunia, termasuk Indonesia.

Tempat-tempat penampungan sampah mulai kesulitan menerima sampah organik maupun non-organik.  Saat ini telah dikembang konsep Circular Economy dalam pengelolaan sampah atau limbah. Konsep tersebut menerapkan 5R yaitu Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery/Repair.

Penerapan Prinsip 5R dapat dilakukan melalui pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce) melalui optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse) dan penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle) maupun dari proses perolehan kembali (recovery) atau dengan melakukan perbaikan (repair). (*)

Apa Tanggapan Anda ?