Peserta HW membimbing TPA di desa yang ditempati.

Daerah

Bentuk Karakter, Siswa Terjunkan Langsung Ke Masyarakat

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 “Krakitan” Salam, Kabupaten Magelang menggulirkan program kemasyarakatan. Sebanyak 83 siswa, terjun ke lima desa menggelar bakti masyarakat dalam acara Hizbul Wathon Masuk Desa (HWMD). Para siswa dibagi menjadi lima dan disebar di Desa Bringin, Polengan, Pandanretno, Kradenan dan Kaliurang Lereng Merapi Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sosial dan membentuk karakter peserta didik.

Kegiatan selama dimasyarakat itu meliputi membantu bekerja tuan rumah yang ditempati, bersih-bersih masjid, sekolah & lingkungan sekitar, menempel data identitas rumah. Serta, mengajari anak-anak TPA. Siswa juga ikut bekerja di kebun salak, menanam cabai, menjemur padi, membawa kayu dari sawah dan lainnya. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, mulai 24 hingga 27 Maret 2017.

“Hizbul wathon masuk desa dimaksudkan untuk menerapkan ilmu yang telah disampaikan disekolah. Karena ilmu disekolah tidak akan berguna, bila tidak diaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat,” jelas Kepala SMK Muhammadiyah 2 “Krakitan” Salam Drs Sularta MPd.

Selain itu, kegiatan HW Masuk Desa ini untuk membentuk rasa tanggung jawab, kerja sama, empati kepada orang tua. Kegiatan ini dinilai sangat positif untuk membentuk karakter para peserta didik. Siswa bisa mengetahui, bagaimana rasanya mencari rejeki untuk biaya sekolah.

“HW masuk desa ini sangat luar biasa dan sangat bagus sekali dalam membentuk karakter. Karena ini baru pertama kalinya di Kabupaten Magelang,” kata Ketua Takmir Masjid Al-Qobas Desa Bringin, Kecamatan Srumbung Darwaji.

Setelah mengikuti berbagai rangkaian, diakhir kegiatan HW masuk desa memberikam kenang-kenangan. Yaitu, berupa Tafsir Al-Quran, Al-Quran, buku Iqro’ dan HPT kepada masing-masing masjid yang ketempatan. Kegiatan masuk desa selanjutnya, akan mencoba ditingkatkan. Baik dari waktu maupun jenis kegiatannya, sesuai harapan dari masyarakat.

Apa Tanggapan Anda ?