Inovasi Tokoh

SMK PPN Lembang Kembangkan Jeruk Tanpa Biji

LEMBANG - Sebuah prestasi luar biasa di bidang pertanian diraih SMK PPN (Pertanian Pembangunan Negeri) Lembang, Jawa Barat. Salah satu siswanya bernama Heri Hermawan berhasil mengembangkan varietas baru tanaman jeruk, yaitu buah jeruk tanpa biji. Produksi jeruk tanpa biji tersebut sempat dipamerkan dalam acara Pameran Pendidikan Kejuruan Jawa Barat, EPITECH XII 2018.

Pameran berlangsung 12-14 November 2018 di Lapangan Olahraga Kerkoff, Jalan Merdeka, Haurpunggur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menurut Heri Hermawan, jeruk tanpa biji ini bernana Dekopon. Jeruk asal Jepang ini dibudidayakan di sekolah dengan teknik pengembangan sendiri. Keunggulannya, selain tanpa biji, jeruk Dekopon memiliki rasa yang lebih segar dibandingkan jeruk lainnya.

Jeruk Dekopon ini lebih besar dan manis. Karena tidak berbiji, maka dari itu perkembangbiakannya menggunakan teknik okulasi.

Sementara menurut siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMK PPN, Acep Tedi Firmansyah, jeruk Dekopon merupakan jeruk hasil persilangan dari hasil okulasi tersebut. “Berat jeruk ini bisa mencapai 1 kg. Makanya kita menggunakan teknik okulasi ke batang yang lebih kuat,” ujar siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian ini.

Dilansir jabarprov.go.id, jeruk Dekopon memang baru dipamerkan. Dengan maksud dikenalkan kepada masyarakat tentang keunikan jeruk tanpa biji tersebut.  Produknya yang masih jarang ditemui di pasaran.

“Masih jarang di pasaran. Kalau di supermarket bisa 130 ribu satu kilogramnya. Satu kilogram isinya paling cuma dua buah,” ungkap Acep.

Jeruk Dekopon dikembangbiakan di green house sekolah bersama dengan 41 tanaman lain yang dikembangbiakan oleh SMK PNN Lembang. Acep mengatakan, sejauh ini tanggapan masyarakat akan produk unggulan SMK PPN Lembang sangat baik. Untuk jeruk Dekopon sendiri, banyak mendapat tanggapan positif.

Dalam pengembangan hortikultura, selain jeruk, SMK PPN Lembang memamerkan beberapa produk unggulan lain. Seperti kopi, aneka sayuran organik hingga tanaman hidroponik. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?