Tiga Guru SMKN 2 Surabaya saat berkunjung ke DoangLi District Vocasional Education Center School. (Foto: surya.co.id)

Daerah

Tiga Guru SMKN 2 Surabaya Susun Bahan Ajar Teknologi Drone


SURABAYA – PESATNYA perkembangan Teknologi di Tiongkok manjadi acuan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk mengirim sejumlah guru vokasional ke negeri Tirai Bambu itu. Dari 20 guru SMK yang dikirim, tiga di antaranya adalah guru SMKN 2 Surabaya.

Mereka adalah Ida Fitriyaningsih guru Rekayasa Perangkat Lunak, Firman Fandian guru Kelistrikan, dan Rendika Taufan Baru guru Teknik Permesinan. (surya.co.id)

Mulai 5 hingga 28 September 2018 mereka mengikuti kursus singkat dan mengamati pembelajaran di DoangLi District Vocasional Education Center School. Sebuah sekolah kejuruan di bawah naungan Pemerintah Tiongkok. Sepulang dari negeri Tiongkok, ketiganya mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk membuat bahan ajar terkait teknologi drone.

Firman mengungkapkan, pembelajaran teknologi drone merupakan yang terbaru diketahui para guru. Para guru diajak mempelajari komponen dan merakitnya.

“Ini sangat tepat jika diterapkan di sekolah kami. Mulai dari sistem pemrogramannya, perangkatnya dan pemakaiannya bisa masuk ke berbagai jurusan di SMKN 2 Surabaya,” ujarnya, dilansir surya.co.id.

Untuk itu, para guru yang telah mendapat pelatihan ini berencana menyusun bahan ajar agar bisa menggunakan materi drone di kelasnya pada tahun ajaran baru. Terkait hal itu, Ida Fitriyaningsih menambahakan, sekolah berencana membelikan drone terbaru untuk dipelajari kembali oleh para guru dan diterapkan di kelas.

Drone yang dibeli merupakan buatan pabrik, berbeda dengan di Tiongkok yang disediakan dalam bentuk belum dirakit.

“Di Indonesia belum ada komponen pembelajaran drone. Makanya kami harus mulai beli yang buatan pabrik,” tambah Ida.

Menurutnya, pembelian drone sebagai modal pembelajaran bisa ditambahkan ke bahan ajar di jurusan Bangunan untuk pemetaan lahan, jurusan Multimedia digunakan sebagai tambahan sarana dokumentasi. Hingga sistem pemrogramannya yang bisa dipelajari jurusan Audio Visual, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Komputer Jaringan.

Baca Juga :  Pertama Kali, Malam Budaya Taruna di Akmil

Selain bahan ajar, para guru juga ingin bisa memiliki iklim pembelajaran layaknya di Tiongkok. Menurut Ida, di Tiongkok sekolah yang dikunjungi memiliki budaya tertib dan sopan.

Serta jumlah siswa dalam kelas lebih sedikit dari standar yang ada di Indonesia. Belum lagi sarana dan prasarana teknologi yang memadai.

Sementara itu Kepala SMKN 2 Surabaya, Djoko Pratmodjo mengungkapkan setelah kunjungan para guru ini, maka akan banyak bantuan bisa diterima sekolah dari negara yang bekerja sama dengan Dindik Jawa Timur. Namun, pihak sekolah masih menunggu regulasi yang mendukung penerimaan hibah dari pihak luar negeri tersebut.

Namun terkait teknologi drone dapat diadaptasi dan bisa dapat bahan dari Tiongkok kemudian bisa dipelajari dan dijual kembali.

 

Siedoo/NSK

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang