Sekitar 1.400 kepala SMK se Jateng berkumpul di SMKN 1 Kota Magelang. Gubernur Jateng memberikan pesan-pesan kepada kepala sekolah, salah satunya agar tidak menarik iuran ilegal ke siswa.

Nasional

Gubernur Persilahkan Pendidik Berinovasi

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Sekitar 1.400 kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) se Jawa Tengah berkumpul di SMKN 1 Kota Magelang. Mereka menggelar acara Rapat Koordinasi Pembinaan dan Halal Bi Halal Gubernur Jateng bersama Kepala SMK se Provinsi Jateng. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkesempatan hadir pada acara tersebut.

Di depan para kepala sekolah, ia berpesan agar para pendidik tidak takut untuk berinovasi. Ia mempersilahkan guru untuk berinovasi dan konsepnya diajukan ke Pemerintah. Bisa saja mengajukan sistem belajar mengajar yang menggunakan pendekatan metode khusus. Bisa pendekatan agama, budaya dan lainnya. Ini agar siswa senang ketika hendak bertemu dengan guru.

“Yang penting membentuk karakter yang baik, budi pekerti yang baik. Selalu menghargai guru dan cinta bangsa dan negara,” kata gubernur.

Ia juga sempat mengingatkan kepada para kepala sekolah agar berhati-hati ketika siswa menggunakan telepon genggam. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka HP yang dibawa anak bisa justru menimbulkan dampak yang negatif.

“HP yang baik itu bisa menjadi barokah. Tapi bisa musibah bagi kita,” jelasnya.

Kepala sekolah juga tak luput mendapat pesan dari gubernur agar tidak menarik iuran secara ilegal. Ini tidak diperbolehkan aturan. Bagi yang sudah telanjur, maka sebaiknya segera bertobat. Pungutan untuk siswa, harusnya dimusyawarahkan lebih dahulu dengan komite sekolah masing-masing.

“Di Jateng haram ada pungutan tanpa sepengetahuan komite,” tegas pria beruban ini.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Magelang Nisandi menjelaskan, jumlah kepala SMK yang datang pada acara ini mencapai sekitar 1.400 orang. Rapat koordinasi kepala sekolah ini diisi acara pembinaan dari gubernur. Pemaparan terkait pendidikan karakter siswa dinilai sangat penting.

“Murid kita ada berbagai lapisan, mulai menengah dan ada yang perlu pertolongan. Untuk itu perlu kita bina semua, sehingga bisa menjadi baik,” katanya.

Nisandi juga menyampaikan, para kepala sekolah datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Magelang dipilih menjadi lokasi acara karena tempatnya dinilai strategis.

“Tempat acara, area parkirnya cukup. Magelang juga dianggap posisinya di tengah Provinsi Jateng, dari Brebes, Wonogiri, Cilacap dan lainnya,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?