Knalpot motor, produk inovasi karya siswa SMK Negeri 2 Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: pikiran-rakyat.com)

Inovasi

Berawal dari Hobi, Siswa SMK Ini Ciptakan Produk Technopark


TASIKMALAYA – Sebuah hobi, apabila ditekuni bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Hal ini dibuktikan para pelajar SMK Negeri 2 Tasikmalaya. Hasil karya dari menekuni hobi mereka, dipamerkan dalam kegiatan Launching Technopark dan Produk Technopark di sekolahnya, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu 4 November 2018.

Para pelajar tersebut tergabung dalam perusahaan rintisan atau startup bernama Maxima Racing. Berbagai startup anak sekolah itu melahirkan karya-karya dan inovasi yang tak kalah dari produk-produk yang telah mapan di pasaran, misalnya saja produk knalpot motor. Bentuk saluran pembuangan asap kendaraan tersebut sangat khas dan kerap terlihat menempel pada sepeda motor modifikasi.

Robby Nurdiansyah (17), salah satu pelajar yang tergabung dalam startup Maxima Racing menuturkan, inspirasi pembuatan knalpot berawal dari hobi para siswa mengutak-atik sepeda motor mereka. Kegandrungan akan hobi memodifikasi kendaraan melahirkan gagasan membuat sendiri saluran pembuangan asapnya.

“Kita cari model knalpot inspiratif lewat internet. Kalau sudah ada yang cocok kita coba buat sendiri,” ucap siswa kelas 11 jurusan Teknik Kendaraan Ringan ini.

Menceritakan pengalamannya, Robby merasakan betul jatuh bangun dalam merancang dan membuat knalpot. Kegagalan bisa berupa bentuk knalpot yang tak sesuai model, serta persoalan belum presisinya rancangan. Pembuatan knalpot memang butuh ketelitian yang tinggi dari para siswa.

“Sempat uji coba, jalan, gagal, jatuh bangun, prinsipnya kita cari hikmahnya,” ungkapnya.

Dikatakan Robby, salah dalam memotong bahan atau ukuran knalpot tidak sesuai model, akan berdampak pada kualitas suara serta tenaga kendaraan yang dihasilkan. Laju motor menjadi berat karena tenaganya tidak terpacu dengan baik, akibat permasalahan di pipa pembuangan asap.

Namun, kegagalan-kegagalan itu menempa semangat dan keuletan para siswa. Bimbingan para guru yang mendampingi membuat mereka tak cepat patah arang. Tekad menghasilkan karya membumbung tinggi pada diri anak-anak muda tersebut. Akhirnya mereka mampu menghasilkan produk-produk berkualitas baik dan marketable.

Maxima Racing saat ini memproduksi 20 knalpot setiap hari. Produk dipasarkan lewat media sosial seperti Facebook, Instragram, dan Whatsapp. Pesanan berdatangan bukan hanya berasal dari Tasikmalaya, namun juga datang dari daerah Jawa Barat, seperti Ciamis, Banjar, dan Garut.

Dilansir pikiran-rakyat.com, Robby menjelaskan, dengan menggunakan fasilitas bengkel di sekolah, mereka mencoba memenuhi sejumlah pesanan knalpot yang mulai mengalir. Untuk satu knalpot karya Maxima, harganya mencapai Rp 200-500 ribu. Knalpot-knalpot itu bisa dipakai sepeda motor balap yang berlaga di sirkuit serta motor biasa di jalan umum.

“Untuk motor harian juga bisa karena knalpot kita sudah dilengkapi peredam suara agar tidak bising. Selain berkarya, kita juga menaati peraturan lalu lintas,” tandasnya. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?