Daerah

English Fun Day, Cara Unik SMP Mutual Mengenalkan Bahasa Inggris

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri untuk mengenalkan siswa - siswinya belajar Bahasa Inggris. Sebanyak 30 siswa yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Ilmu (KPI) Bahasa Inggris, mengikuti kegiatan English Fun Day di sekolah. Berbagai kegiatan digelar agar siswa lebih mudah belajar Bahasa Inggris.

“Kegiatan meliputi pembelajaran vocabulary and game, speaking clup, speech stage in groups, self performing stage. Nantinya anak-anak juga akan dibentuk English Corner sebagai bentuk follow up kegiatan tersebut," kata koordinator kegiatan Nurul Fadhila, S. Pd.

Siswa yang mengikuti English Fun Day tersebut tergabung dalam Komunitas Pecinta Ilmu (KPI). Para peserta cukup antusias karena mereka dituntut untuk aktif dalam berkomunikasi.

Salah satu peserta, Nadya mengatakan bahwa kegiatan English Fun Day sangat mengasyikkan karena ada cara belajar yang berbeda dari biasanya. Yaitu, dalam bentuk outdoor dan didampingi langsung para tentor.

"Rasanya senang dan enjoy karena belajar berasa bermain. Sehingga semakin suka belajar berbahasa inggris," ungkapnya.

Wakil Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto S. Pd,I menyampaikan, bahasa adalah kunci untuk membuka jendela dunia. Karena dengan mempelajari bahasa, seseorang dapat mengetahui informasi, kebudayaaan, membuka pikiran, serta dapat berkomunikasi dengan beberapa orang di belahan dunia.

Diera globalisasi, bahasa menjadi senjata dalam bersaing dan berkompetisi disegala bidang. Terutama adalah bahasa Inggris yang menjadi bahasa dunia. Oleh karena itu, guna menunjang dan meningkatkan kompetensi siswa-siswinya, SMP Mutual mengadakan kegiatan English Fun Day selama satu hari dengan bekerjasama Nusantara English Course (NEC) Magelang.

"Peserta English Fun Day yang tergabung dalam KPI Bahasa Inggris ini nanti mampu menjadi volunteer (relawan) di sekolah, untuk membiasakan dan berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dengan teman-temannya. Sehingga, tercipta sebuah budaya berbahasa, meskipun dengan cara-cara sederhana," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?