Daerah

Earth Hour, Gerakan Menabung Sampah ala SMP Mutual

MAGELANG - Para siswa - siswi di Kota Magelang, Jawa Tengah memiliki cara tersendiri untuk memperingati hari Earth Hour se Dunia. SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang mengadakan gerakan menabung sampah sebagai bentuk kepeduliannya dalam memperingati Earth Hour itu.

Earth Hour, sebuah gerakan yang mengajak publik untuk melakukan aksi guna mengurangi dampak pemanasan global. Dalam persepsi publik, gerakan ini identik dengan penghematan energi. Hal itu karena gerakan Earth Hour dikenal dengan aksi pemadaman lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 60 menit.

"Earth Hour di SMP Mutual kali ini memang tidak melaksanakan kegiatan pemadaman lampu atau penghentian penggunaan alat elektronik selama 60 menit. Namun, kami menggerakkan para siswa untuk membawa sampah organik atau plastik untuk ditabung sebagai bentuk kepedulian, terhadap gaya hidup yang ramah lingkungan," kata Wasiun, Kepala SMP Mutual.

Selama ini, isu-isu tentang kepedulian lingkungan dan merawat serta menjaga bumi, memang masih menyisakan problematika. Mulai dari pemanasan global, rusaknya ekosistem, bahkan gaya hidup yang tidak ramah lingkungan terus menghantui dan menjadi keprihatinan bersama.

Gerakan ini dimaksudkan memberi waktu sejenak untuk bumi beristirahat dari aktivitas manusia. Lebih dari itu, Earth Hour kini memperluas misinya, yaitu mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi keanekaragaman hayati yang ada, serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan (Green Lifestyle).

"Kegiatan ini juga sejalan dengan program SMP Mutual yang menjadi Sekolah Adiwiyata di tahun 2019," jelas Wasiun.

Ia mengatakan bahwa, kegiatan ini salah satunya mengajak para siswa untuk peduli lingkungan dan memberikan wawasan tentang lingkungan. Dengan mengajak para siswa melalui gerakan menabung sampah organik, diharapkan mampu melahirkan kesadaran tentang cinta lingkungan dalam diri siswa.

"Kegiatan menabung sampah organik dalam peringatan Earth Hour adalah untuk mengkampanyekan melawan sampah plastik," tegasnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII SMP Mutual Ardelia Ilmita Naya merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia biasanya setelah minum menggunakan botol plastik lalu dibuang begitu saja. Namun, dengan adanya program menabung sampah, ia rela mengumpulkan dan ditabung di sekolah.

“Selain belajar sadar lingkungan, sampah yang saya kumpulkan bisa ditukar dengan uang melalui bank sampah sekolah," tandasnya.  (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?