Daerah

Teaching Factory, Siapkan Siswa Sesuai Kebutuhan Industri

MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki program yang menarik, Teaching Factory. Program ini merupakan pembelajaran berorientasi produk dan bisnis yang dilakukan oleh guru dan siswa. SMK Muhammadiyah 2 Muntilan menerapkan pembelajaran Teaching Factory berupa usaha percetakan.

Diambilnya bidang percetakan karena SMK memiliki jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang terdapat mata pelajaran Desain Grafis, jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Mata pelajaran itu menangani administrasi dan pelanggan, sedangkan Perbankan Syariah untuk pengelolaan keuangan.

Dengan demikian, Teaching Factory bisa juga diterapkan semua jurusan di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan. Selain itu, peluang membuka usaha percetakan di Muntilan juga cukup bagus.

“Kami menerapkan pembelajaan Teaching Factory berupa percetakan karena di sekolah terdapat tiga jurusan yang bisa dilibatkan. Melatih siswa untuk mengelolah percetakan mulai dari menerima order hingga finishing," kata Kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Untung Supriyadi S.Pd.I.

Ia menyampaikan itu saat sosialisasi program Teaching Factory percetakan. Acara sosialisasi dihadiri seluruh kepala sekolah dari tingkat SMP, MTs, SMA, SMA dan MA se Kabupaten Magelang. Hadir pula beberapa tamu undangan mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, pengawas SMK, rekanan industri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Muntilan dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang.

Melalui pembelajaran Teaching Factory ini, siswa akan dilibatkan dalam proses produksi di percetakan. Siswa dilatih bagaimana mengelola sebuah percetakan, mulai dari menerima order hingga finishing. Pembelajaran ini berkaitan juga proram sekolah lain, yaitu dibukanya kelas kewirausahaan SMK Muhammadiyah 2 Muntilan.

“Pembelajaran ini juga ada kaitan dengan program kelas kewirausahaan yang sudah berjalan. Sekolah mendapat bimbingan langsung dari kementerian untuk melatih siswa berwirausaha," jelas kepala sekolah.

Prihestu Hartomo, S.Pd, M.Si, Kasubag Tata usaha Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus Wilayah IV, mengapresiasi Teaching Factory yang dilakukan sekolah. Menurut Prihestu, Teching Factory mutlak dilaksanakan karena melatih kompetensi yang dibutuhkan industri dan kewirausahaan.

Tanpa adanya Teaching Factory, tidak akan terlaksana proses belajar dengan benar dan tidak akan mengetahui kebutuhan industri. Bahkan, inovasi tidak akan muncul tanpa adanya Teaching Factory.

“Sehingga pembelajaran tersebut sifatnya wajib,” kata Prihestu.

Adapun ruang produksi dan infrastruktur percetakan yang dibutuhkan hampir selesai dan ditargetkan pada akhir Agustus 2018. Dengan demikian, SMK Muhammadiyah 2 Muntilan akan membuka pelayanan percetakan pada September 2018.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Drs. Muhammad Nashirudin, M.A. menjelaskan, sebagai lembaga yang konsen dibidang pendidikan, Muhammadiyah berharap pendidikan yang diterapkan mampu membersamai perkembangan di masyarakat. Nashirudin optimis, SMK Muhammadiyah 2 Muntilan dapat berkembang cepat, karena melihat semangat dan dimotori oleh kaum muda.

“Muhammadiyah yang konsen dalam pendidikan, diharapkan pendidikan yang diterapkan mampu membersamai kemajuan di masyarakat dan berkemajuan," katanya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?