Daerah

Jawa Tengah Kekurangan 11 Ribu Guru

SEMARANG Hingga bulan Oktober 2018 meskipun memperoleh alokasi 864 formasi CPNS Guru, namun Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih kekurangan 11 ribu guru untuk SMA/SMK. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng) Gatot Bambang Hastowo menjelaskan, saat ini ada 9 ribu Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengisi kekurangan tersebut. Di sisi lain, meski mendapat alokasi 864 CPNS, namun tahun ini ada 600 guru SMA/SMK di Jateng yang pensiun.

”Sebanyak 9 ribu GTT itu yang kami biayai. Masih banyak GTT yang dibiayai sekolah masing-masing,” ungkap Gatot.

Terkait gaji GTT SMA/SMK, mulai 2017, Disdikbud Jateng membayar mereka setara upah minimum kota/kabupaten (UMK). Gaji berdasar kota/kabupaten tempat guru mengajar. Jika dikalkulasi, kebutuhan untuk menggaji GTT minimal UMK membutuhkan Rp 13,41 miliar/bulan atau Rp 160,92 miliar/tahun.

Itu merupakan anggaran minimal karena asumsi UMK yang digunakan di Banjarnegara Rp 1,49 juta atau UMK terkecil di Jateng pada 2018. Untuk guru yang mengajar 24 jam atau lebih/minggu, memperoleh tambahan penghasilan 10% dari UMK.

Gatot menyatakan tak bisa mengintervensi pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran serupa untuk membayar GTT di luar SMA/SMK. Alasannya, kewenangan Pemprov hanya pada guru SMA/SMK sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sementara, pihaknya terus mengusulkan pada pemerintah pusat terkait penambahan formasi CPNS tenaga guru.

”Jumlah guru masih kurang jika dibanding rombongan belajar siswa dan jumlah jam belajar. Apalagi ada yang pensiun. Karena itu, kami terus mengusulkan,” ujar Gatot dilansir Harian Suara Merdeka.

Jawa Tengah secara keseluruhan mendapat 1.926 formasi CPNS. Jumlah itu terdiri atas 864 formasi tenaga guru, 803 formasi tenaga kesahatan, dan 259 tenaga teknis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Arief Irwanto menjelaskan, semua proses pendaftaran ditangani langsung BKN secara online melalui website. Pemprov hanya membantu mengunggah data.

Sesuai rencana, ujian akan dilaksanakan bulan Oktober 2018 ini. Terkait tempat ujian seleksi CPNS, Pemerintah Pusat telah melakukan survei. Melihat Jateng yang demikian luas, ujian akan dibagi menjadi empat wilayah.

Pendaftar di wilayah barat akan mengikuti ujian di Purwokerto. Pendaftar dari wilayah tengah, akan mengikuti ujian di Magelang. Pendaftar di wilayah timur, tempat ujian di Sragen, dan pendaftar dari wilayah utara ujian di Kabupaten Semarang. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?