Nasional

Pembelajaran Membosankan, Inovasi Guru Sangat Diperlukan

SEMARANG - Inovasi pembelajaran dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang aktif, efektif dan efisien. Ide, gagasan, tindakan yang dianggap baru dalam bidang tertentu, untuk memecahkan masalah yang muncul. Inovasi biasanya muncul karena adanya keresahan pihak tertentu (misalnya guru) tentang penyelenggaraan kegiatan (misalnya pembelajaran) dalam mengatasi masalah yang terjadi.

"Sifat inovasi adalah penggantian, penambahan, penyesuaian, penghapusan, penguatan. Sehingga dengan seminar ini, model pembelajaran yang kurang aktif, efektif, dan efisien dapat ditambah, disesuaikan, dikuatkan atau dihapus dan diganti dengan kegiatan pembelajaran dengan model yang baru," kata narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah Drs. Slamet Trihartanto saat mengisi seminar nasional dengan tema Inovasi Guru dalam Pembelajaran.

Acara ini digelar Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi Universitas Negeri Semarang (LP3 UNNES) dan diikuti seluruh mahasiswa PPG UNNES, mulai dari PPG SM-3T maupun PPG Prajabatan. Seminar dilaksanakan di Gedung Auditorium UNNES. Adapun materi yang disampaikan pembicara adalah pengertian inovasi pembelajaran, prinsip inovasi pembelajaran, bidang inovasi pembelajaran, dan merancang inovasi pembelajaran.

"Model baru yang dapat dikembangkan ini harus memiliki tiga prinsip pembelajaran inovatif. Yaitu berpusat pada siswa, berbasis masalah, terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan berkelanjutan," jelas Slamet yang juga instruktur Kurikulum 2013.

Selama seminar berlangsung, peserta seminar terlihat antusias dalam mengikuti seminar ini. Berdasarkan pengalaman mereka di lapangan saat mengajar di daerah 3T, kegiatan pembelajaran sangat kurang efektif karena berbagai macam hal. Salah satunya belum digunakannya model pembelajaran aktif.

Tiara salah satu mahasiswa PPG SM-3T dari Aceh mengatakan, seminar ini sangat menarik bagi dirinya. Itu karena berdasarkan pengalamannya mengajar di salah satu sekolah di Kalimantan Barat, kegiatan pembelajaran di kelas sering kali tidak efektif. Oleh karena itu, dengan seminar ini ia dapat belajar untuk menciptakan inovasi dalam kegiatan pembelajaran.

"Sehingga, ke depan saat saya praktek mengajar atau menjadi guru, saya dapat menerapkan inovasi tersebut,” ungkap Tiara.

Seminar ini dimoderatori salah satu Dosen dari Jurusan Fisika UNNES yaitu Dr. Sugianto, M.Si. Menurut dia, mahasiswa PPG sebagai calon guru harus dapat belajar banyak agar dapat memunculkan inovasi-inovasi dalam kegiatan pembelajaran.

“Pak Slamet ini sudah sangat berpengalaman dalam bidang inovasi pembelajaran. Oleh karena itu kami berharap, saudara-saudara sekalian sebagai calon pendidik dimasa mendatang harus dapat menciptakan inovasi-inovasi dalam pembelajaran," jelasnya.

Inovasi dalam pembelajaran ini penting untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan efektif untuk mencapai tujuan-tujan pembelajaran. Sejauh ini, kegiatan pembelajaran di kelas seringkali dinilai menjadi sangat membosankan karena belum menggunakan model pembelajaran aktif, efektif, dan efisien. Guru masih menjadi pusat dari kegiatan pembelajaran.

Meskipun dalam kurikulum 2013 telah diubah menjadi student centre. Namun pada kenyataannya tidak mudah untuk mengubah mindset dari guru untuk tidak menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan inovasi-inovasi pembelajaran oleh para guru.

Apa Tanggapan Anda ?