Internasional

SMA Nasima Semarang Jadi Delegasi Seni Budaya ke Korsel

SEMARANG - Untuk kali kedua SMA Nasima Semarang terpilih dari ratusan sekolah di Indonesia untuk melaksanakan misi seni budaya ke Korea Selatan. Event-nya bernama Andong International Mask Dance Festival 2018. Event tersebut akan digelar di Kota Andong Korea Selatan dari 26 September-8 Oktober 2018.

Kepala SMA Nasima, Ilyas Johari menjelaskan, sebagai wakil Indonesia SMA Nasima akan unjuk kemampuan seni tari di antara puluhan negara yang berpartisipasi. Selain Andong, tim juga akan melakukan pertunjukan di beberapa kota di negara ginseng untuk mempromosikan kekayaan dan keunikan seni budaya Indonesia.

Menurut Ilyas, para delegasi seni budaya ini terdiri dari peserta didik kelas XI dan XII yang diambil melalui serangkaian seleksi. Terutama penguasaan bahasa asing, wawasan, dan keterampilan seni tari, akhirnya terpilihlah dua belas peserta didik perempuan menjadi anggota misi tersebut. Jadwal pembekalan dan latihan yang padat wajib diikuti.

Lima tarian kreasi akan ditampilkan, yaitu tari Tarik Pukat dari Sulawesi, tari Warak Dugder dan Topeng Dolanan dari Jawa Tengah, tari Bajidor Kakot dari Sunda, dan tari Ratoh Jaroe dari Aceh. Seperti dilansir suaramerdeka.com, selain latihan mereka juga melakukan publikasi misi mereka dengan melakukan pentas terbuka pada hari Minggu, setiap bulan dua kali tampil di area Car Free Day (CFD) Kota Semarang.

Pendidikan cinta tanah air bagi generasi muda bisa dilakukan dengan berbagai cara yang efektif. Salah satunya adalah berkreasi suatu karya seni tradisi bangsa sendiri dan menampilkannya pada suatu event internasional.

Diharapkan akan muncul pemahaman, kecintaan, dan kebanggaan yang berlipat ganda pada generasi muda terhadap kekayaan seni budaya bangsa Indonesia. Upaya tersebut dilakukan SMA Nasima Semarang dalam penguatan pendidikan karakter nasionalis agamais bagi peserta didiknya.

Penguatan karakter nasionalis agamais akan semakin tertanam pada para siswa. Misi juga akan menampilkan kekayaan serta keunikan seni budaya Indonesia di kancah internasional. Semakin terkenalnya sisi-sisi luhur bangsa ini, maka dampak positif bagi dunia pariwisata dan sebagainya akan diperoleh bersama. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?