Tokoh

Amburadul - Lelah, Mahasiswi Untidar Akhirnya Juara 2 PCTA Nasional

MAGELANG - Usaha yang maksimal, akan membuahkan hasil yang memuaskan. Seperti yang dirasakan dua mahasiswi Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah. Hasil kreasinya, Wilda Ulfiyanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari, tim Universitas Tidar mewakili Provinsi Jawa Tengah, meraih juara 2 pada Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) nasional tingkat perguruan tinggi.

Tim Untidar mengusung Asem Dong (alat semprot dorong) sebagai inovasi alat semprot pestisida yang dibutuhkan para petani. Khususnya petani holtikultura di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Alat ini membantu para petani agar tidak mudah lelah jika harus menggendong sprayer, serta daya tampungnya pun cukup banyak yaitu 12 liter.

Jadi, petani akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan penyemprotan pestisida di lahannya. Penghargaan atas prestasi ini diserahkan secara langsung Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Kamis (20/9/2018) di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat.

Pada tahap penilaian oleh juri, perwakilan perguruan tinggi dan SMA dari Provinsi Jawa Tengah mendapat nomor urut terakhir. Wilda dan Dinda pun harus menunggu dari pukul 09.00 dan baru mendapat giliran penjurian sekitar pukul 14.00.

“Mood sudah amburadul dan lelah. Namun, alhamdulillah proses penjurian lancar dan akhirnya kami mendapat gelar sebagai Juara 2 tingkat nasional," kata Wilda.

Usaha keduanya berbuah manis. Walaupun baru pertama kali terlibat pada ajang perlombaan tingkat nasional, Wilda dan Dinda mengaku optimis karena sudah mempersiapkan mental, alat serta materi dengan matang.

Wilda Ulfiyanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari, tim Universitas Tidar meraih juara 2 lomba PCTA tingkat Nasional.

"Terima kasih kepada pendamping dan teman-teman dari Untidar yang telah membantu persiapan hingga kami dapat mempresentasikan Asem Dong dengan lancar dihadapan juri dan 33 tim lain dari masing-masing provinsi di Indonesia," ujar Dinda.

Tidak hanya mengikuti acara penjurian, seluruh peserta PCTA juga dibekali berbagai materi. Seperti entrepreneur, public speaking, manajemen bisnis, UMKM serta wawasan kebangsaan pada Senin-Jumat, 17-21 September 2018.

Setelah dinobatkan juara 2, Wilda dan Dinda berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp 30 juta. Dengan rincian uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dan beasiswa sebesar Rp 20 juta.

Dinda menjelaskan, inovasi alat-alat seperti Asem Dong ini mampu meningkatkan ketertarikan para petani untuk memanfaatkan lahan dengan geografi tidak rata. Yaitu, untuk ditanamin bermacam tanaman holtikultura.

"Mari sebagai generasi muda berkontribusi membantu para petani kita. Jika tidak bisa dengan tenaga maka kita bisa berkontribusi lewat menciptakan alat-alat yang bisa membantu pekerjaan para petani," jelas mahasiswi Prodi pendidikan Bahasa dan Sastra semester 7 ini. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?