Nasional

Jangan Mau Dibohongi Tawaran Menjadi CPNS

JAKARTA – Penerimaan CPNS tahun 2018 bisa saja dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan semata. Iming-iming untuk bisa diterima menjadi abdi negera tersebut dengan imbalan segepok uang bisa menghampiri siapa saja. Jangan mudah tergiur.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap seseorang yang menjanjikan untuk dapat diterima menjadi CPNS.

“Sudah tidak ada lagi titip menitip,” tegas dia dalam rilisnya.

Ia mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar membantu untuk menyebarkan berita resmi kepada masyarakat agar tidak ada kabar simpang siur. Informasi resmi dapat diperoleh dari website resmi Kementerian PANRB.

Ditandaskan, pengadaan CPNS tahun 2018 dilaksanakan dalam konteks reformasi manajemen ASN secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dengan adanya proses perencanaan yang matang.

“Langkah perencanaan dengan adanya e-formasi, penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja sehingga penetapan formasi lebih akuntabel,” ujarnya.

Tak hanya pada proses perencanaan, lanjutnya, proses seleksi CPNS dilaksanakan dengan lebih baik karena pendaftaran dan seleksi dilakukan secara online menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

“Mendaftar dari mana saja dan kapan saja bisa dilakukan. Saat pengerjaan soal tes selesai, peserta dapat mengetahui hasil tes secara langsung,” jelasnya.

Terkait pelayanan publik, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk melakukan terobosan dengan membuat inovasi. Kementerian PAN-RB memiliki program one agency one innovation yang mewajibkan instansi pemerintah memiliki satu inovasi setiap tahunnya.

Sejak tahun 2014, kementerian tersebut menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik untuk meningkatkan inovasi pelayanan publik. Dari tahun ke tahun, keikutsertaan semakin banyak dan inovasi semakin berkualitas.

Ditambahkannya, Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan melakukan pendampingan.

“Bagaimana mengawalinya dan memproses sehingga menghasilkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?