Ilustrasi jurnal, sumber net.

Nasional

Dimodali Rp 14 M, E-Journal Digratiskan, Simak Caranya Mengakses


JAKARTA – Para Peneliti, dosen, dan mahasiswa di Indonesia untuk dapat mengakses e-journal kini tidak perlu lagi menyeset uang di dompet. Untuk menikmati database tersebut sebagai referensi berkualitas bagi penelitian dan publikasi, sudah bisa diakses secara gratis. Itu terjadi karena Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun ini sudah berlangganan database e-journal senilai Rp 14.815.350.000.

E-journal yang menjadi langganan diantaranya EBSCO (Agriculture Plus, Computers & Applied Science, Engineering Source), Cangage (Business and Economic, Educational Database, Social Science, Humanities and Arts), ProQuest (Arts & Humanities, Biological Science Database).

Khusus untuk LPNK ditambah dengan database Science Direct (Engineering, Chemical Engineering, Decision Science, Environmental Science, Social, Energy, Chemistry, Earth and Planetary, Biochemistry, Genetics and Molecular Biology) dan Scopus.

Direktur Pengelelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti, Sadjuga menjelaskan, statistik jumlah pencarian pada database e-journal oleh perguruan tinggi tahun 2017 sebanyak 3.449.092 pencarian. Untuk jumlah unduhan fulltext artikel sebanyak 895.311. Ini artinya rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 26%.

“Untuk LPNK, rasio unduhan fulltext dari pencarian sebesar 472% atau 38.865 akses pencarian dan jumlah unduhan sebanyak 183.533 fulltext artikel,” ujar Sadjuga dilansir ristekdikti.go.id

Tahun 2018 ini, langganan database e-journal dibagi dalam empat paket untuk seluruh perguruan tinggi dan dua paket untuk lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK) dibawah koordinasi Kemenristekdikti.

Dijelaskan l, masih minimnya publikasi ilmiah peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia di jurnal ilmiah yang terindeks oleh pengindeks internasional bereputasi, secara umum dikarenakan naskah yang diajukan dinilai kurang bermutu dalam hal orisinalitas dan kebaruan (novelty).

Perihal orisinalitas dan kebaruan inilah sebagai akibat rendahnya akses pada referensi primer atau kekurangmutakhiran referensi database peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia.

“Kami memahami berlangganan e-journal ini mahal, sehingga akses dosen, peneliti ataupun mahasiswa terhadap referensi primer seperti ini terbatas. Bertahap, jika anggaran lebih besar kami akan berlangganan database e-journal bidang – bidang ilmu yang strategis lainnya,” tambahnya.

Selain itu, kerja sama Kemenristekdikti dan forum perpustakaan perguruan tinggi Indonesia terus dilakukan guna meningkatkan kompetensi pemanfaatan database e-journal dengan melaksanakan lokakarya ke beberapa kota di Indonesia.

Cara Mengakses

Untuk dapat mengakses database yang dilanggankan oleh Kemenristekdikti, peneliti dan dosen dapat meminta username dan password melalui email helpdesk fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id. Khusus untuk dosen dapat juga dilakukan dengan mengakses http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/ejournal/Default.aspx.

Dosen dan mahasiswa dapat mengakses melalui jaringan internet kampus dengan fasilitas IP-Address tanpa username dan password di kampus masing – masing dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan perpustakaan kampus.

“Kami menghimbau untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa Indonesia silahkan dimanfaatkan secara maksimal akses e-journal ini,” imbuh Sadjuga.

Username dan password yang diterima tidak boleh diperjualbelikan, disebarluaskan dan ditampilkan dalam web, blog, email terbuka/mailing list dan mengunduh sistematis.

“Dengan adanya akses database ke e-journal, kami berharap meningkatnya publikasi berkualitas yang dihasilkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa Indonesia,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?