Pelaksanaan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) dimeriahkan dengan penerbang Paralayang yang terbang rendah menyapa mahasiswa baru. ODM 2018 berlangsung di lapangan Stadion Diponegoro, kampus Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018).

Nasional

Menteri Nasir Minta Undip Terus Perhatikan Nasib Mahasiswa


SEMARANG – Prestasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah yang saat ini menduduki rangking ke 5 sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) terbesar seluruh Indonesia mendapat apresiasi dari Menteri Riset dan Tehnologi, Prof. Dr. Nasir. Nasir mengingatkan Undip agar tetap terus berkarya yang bermanfaat bagi masyarakat dan jangan berhenti memperhatikan nasib mahasiswa. Terutama dari luar pulau yang sedang kesulitan ekonomi karena bencana, seperti di Nusa Tenggara Barat saat ini.

“Tolong Pak Rektor dapat mencari celah kebijakan untuk membantu mereka yang sedang terkena bencana. Jadi jangan sampai ada mahasiswa yang berhenti karena soal biaya kuliah,” kata guru besar Ekonomi Undip.

Menteri menyampaikan itu saat menghadiri acara Orientasi Diponegoro Muda (ODM) 2018 di lapangan Stadion Diponegoro, kampus Undip Tembalang, Minggu (12/8/2018). Pada kesempatan itu, sebanyak 11 ribu mahasiswa baru Undip tahun 2018 sejak jam 06.00 WIB telah memadati lapangan. Mereka berseragam kaos putih dan celana warna gelap dan mengikuti rangkaian upacara penutupan mahasiswa baru yang dikemas dengan tema” Undip Green Habit”.

Pelaksanaan ODM dimeriahkan dengan penerbang Paralayang yang terbang rendah menyapa mahasiswa baru; Parade Unit Kegiatan Mahasiswa; Penampilan Mahakarya (Drama Kolosal), Marching Band dari SMK Kesdam IV/Diponegoro serta hadirnya tokoh-tokoh nasional, yaitu Menteri Riset dan Tehnologi Prof. Dr. Muhammad Nasir; Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Dr (Hc). Susi Pudjiastuti serta Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Daerah, Drs. Akhmad Muqowam.

Dihadapan para tamu undangan, para mahasiswa baru berhasil mengkonfigurasikan 4 mozaik yakni Logo Undip; Lawang Sewu; Candi Gedong Songo dan Lambang Negara Garuda Pancasila. Makna dari masing masing-masing mozaik itu meneguhkan bahwa para mahasiswa baru yang berasal dari seluruh pulau-pulau di nusantara (yang dilambangkan dengan Garuda Pancasila), saat ini mereka berada di Semarang-Jawa Tengah. Hal itu yang dilambangkan dengan candi gedong songo dan lawang sewu. Serta, disatukan dalam satu kampus rakyat, yakni Undip yang menghargai dan menghormati NKRI dalam keberagaman dan kemajemukan asal daerah mahasiswa.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menyampaikan bahwa Undip sebagai Perguruan Tinggi berbadan Hukum (PTN-BH) yang berbasis riset, tetap berkomitmen menjadikan Undip sebagai perguruan tinggi yang menghormati keberagaman. Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, menjaga mereka dengan nilai cinta kasih. Sehingga mahasiswa merasa nyaman berada di Undip.

“Kami informasikan sebagai kepedulian Undip atas bencana yang terjadi di NTB baru-baru ini, saat ini Undip sudah mengirimkan tim medis untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena bencana,” jelas Guru besar Peradilan Tata Usaha Negara.

Tidak menutup kemungkinan mereka yang terkjena bencana adalah bapak, ibu dan keluarga dari mahasiswa Undip. Oleh karenanya Undip sangat memperhatikan kesulitan ekonomi mahasiswa yang saat ini sedang dilanda bencana. Akan dipertimbangkan juga kemungkinan untuk memberikan keringan beban UKT atau kalau perlu membebaskan UKT mereka selama 2 semester.

“Kalau memang keluarga mereka sedang dilanda bencana,” jelas rektor.

Sementara itu, di tengah terpaan terik matahari, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti tampak bersemangat membakar dan menumbuhkan jiwa-jiwa nasionalisme dihadapan 11 ribu mahasiswa baru Undip. Dalam kuliah umum yang disampaikannya sepanjang 45 menit, menteri Susi menegaskan betapa penting merawat dan menjaga wilayah laut Indonesia yang memiliki pantai terpanjang ke dua di dunia serta luas wilayah laut lebih dari 5,8 juta km. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?