Nasional

Menristek Dorong Peneliti dan Mahasiswa untuk Mendapatkan Nobel

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengajak peneliti dan mahasiswa untuk belajar dari pengalaman kerja Bernard L.Feringa dalam meneliti dan berinovasi hingga mendapatkan hadiah nobel. Ia merupakan penerima Nobel Kimia 2016.

“Pengalaman Profesor Feringa dapat menyampaikan kepada kita untuk menjadi penerima nobel kita harus kompetitif. Dan, lebih penting Anda harus berkomitmen dan tekun dalam bidang riset yang anda kerjakan hingga akhirnya Anda harus mendorong diri menemukan penemuan baru,” pesan Menteri Bambang Brodjonegoro kepada peneliti dan mahasiswa dalam siaran persnya.

Menteri Bambang berharap ada peneliti Indonesia yang mengambil inspirasi dari pengalaman profesor dari Universitas Groningen di Belanda tersebut. Sehingga, ada peneliti yang dapat menjadi penerima hadiah nobel.

“Indonesia belum punya penerima hadiah nobel sampai hari ini. Kita berharap nanti sebagai bangsa kita bisa punya penerima hadiah nobel. Tapi tentu saja ini bukan perjalanan yang mudah. Kita harus mulai dari sekarang. Kita harus punya peta jalannya dan program khususnya untuk mendukung mimpi kita memiliki penerima hadiah nobel,” ungkapnya.

Bernard L Feringa yang baru dianugerahi gelar doktor honoris causa dan profesor kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) saat Dies Natalis ITB pada 2 Maret 2020 ini menyampaikan pengalaman kerjanya di industri.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu menciptakan banyak hak kekayaan intelektual dan paten di bidang nanoteknologi molekuler hingga ia mendapat hadiah Nobel Kimia. Ini tidak lain karena kontribusinya dalam merancang dan membuat mesin atau motor molekuler.

“Setelah studi akademis, saya tidak pergi ke luar negeri untuk bekerja dalam institusi atau akademi post doktoral tapi saya malah bekerja di perusahaan. Saya keluar dari zona nyaman saya dalam universitas. Saya bekerja untuk perusahaan besar di bidang minyak dalam bagian riset,” katanya.

“Itu pengalaman fantastis yang membuka mata saya ketika Anda pindah dari akademia ke industri sampai Anda belajar masalah praktis, misalnya bagaimana cara mengembangkan produk atau bagaimana mengembangkan progres baru untuk memajukan teknologi,” tambah Penerima Hadiah Nobel Kimia Bernard L Feringa. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?