Inovasi

Inovasi Mahasiswa UM, Sikapi Makanan Menyimpang Anak

MALANG - Karya inovasi saat ini tidak hanya melulu dibidang perkembangan teknologi semata. Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur menemukan inovasi di bidang kuliner, makanan sehat. Anak - anak selama dinilai mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Dengan demikian, inovasi makanan yang sehat dan menarik menjadi terobosan menyikapi makanan yang beredar luas di masyarakat.

Mahasiswi program studi PG-PAUD UM Siti Rodliyah Ummus Sholihah berinisiatif memiliki wirausaha di bidang katering makanan sehat dan unik bagi anak-anak usia 4-8 tahun. Wirausaha tersebut diberi nama AC KIDS dengan kepanjangan Art Of Cooking for Kids, yaitu katering makanan berkarakter.

"Katering ini berbeda dari katering biasanya, sebab konsumen bisa memilih sendiri menu dan karakter yang diinginkan. Konsumen juga mendapat palayan konsultasi gizi via online maupun offline," jelasnya.

Selain melayani pesanan makanan dengan karakter yang diinginkan, salah satu paket unggulan yang ditawarkan yaitu paket edukasi. Dikatakan unggulan, sebab belum pernah ada katering yang mengadakan kelas memasak untuk anak-anak.

"Anak-anak dibebaskan membentuk sendiri makanan yang ingin mereka hias," ungkapnya.

Siti menjelaskan bahwa, anak merupakan investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan kualitas anak-anak saat ini. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan sejak dini, sistematis dan berkesinambungan.

Tumbuh berkembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Dalam masa tumbuh kembang tersebut, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna.

Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan yang tidak benar dan menyimpang. Penyimpangan ini mengakibatkan gangguan pada banyak organ organ dan sistem tubuh anak.

Salah satu pemicunya yaitu anak lebih menyukai jajanan dengan kemasan yang mempunyai kemasan yang atraktif. Warna yang menarik dan rasa yang cukup kuat. Dari keamanan jajanan tersebut baik dari segi mikrobiologis maupun kimiawi, juga perlu dipertanyakan. Jajanan anak yang lazim dijual mengandung rhodamin, zat pewarna textile, borax, formalin atau tercemar kuman berbahaya.

Ia juha menilai, masakan rumah juga belum tentu sehat. banyak para ibu yang menggunakan MSG secara berlebihan dalam masakannya. Padahal, bahan tersebut akan berdampak negatif jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Salah satu produk inovasi mahasiswa UM dipamerkan sang anak.

Belum lagi menu masakan yang disajikan kurang bervariasi dan membosankan bagi anak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang nafsu makan di rumah. Maka dari itu, inovasi ini merupakan terobosan untuk menyikapi kondisi yang ada.

Melalui buah pemikirannya, kreativitas dan imajinasi anak-anak bisa dituangkan dalam bentuk makanan. Berbagai pilihan menu makanan sehat dan enak siap dihias dan dikonsumsi oleh anak-anak.

Takaran gizi pada makanan juga sudah diperhitungkan sesuai usia anak. Masakannya pun dimasak sendiri oleh mahasiswi program studi PG-PAUD ini yang dibantu oleh orang lulusan tata boga.

"Sehingga bisa dipastikan, masakan terbut halal dan menyehatkan," tandasnya.

Apa Tanggapan Anda ?